Connect with us

Polres Mimika

Kunjungan Kapolda Papua Tengah Ke Area Highland PT. Freeport Indonesia Distrik Tembagapura

Published

on

Polda Papua Tengah – Polres Mimika. Kunjungan Kerja Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si beserta rombongan dalam rangka meninjau Honai Belajar Anak-anak Papua Binaan Polsek Tembagapura dan Pos Brimob Satgas Amole I 2026 di Area Highland (WSS-Gresberg). Pada hari Selasa, 16/06/26. Sekitar pukul 07.15 s.d 13.25 WIT, bertempat di Area Highland PT. Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Dalam rangkaian kegiatan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K, M.Si beserta rombongan bergerak dari kediaman streat 07 No.168 menuju Area Gresberg dengan pengawal personel Brimob Yon B Satgas Amole I 2026 Polda Papua Tengah. Pada pukul 07.52 WIT, Kapolda Papua Tengah beserta Rombongan tiba di trem bawah MP 74, selanjutnya menaiki trem menuju trem atas area GBC. Tepatnya pada pukul 08.00 WIT, Kapolda Papua Tengah beserta rombongan tiba di trem atas area GBC, selanjutnya Kapolda Papua Tengah beserta rombongan meninggalkan area GBC menuju Gresberg Bunaken Overlook menggunakan 5 unit mobil operasional PT. Freeport Indonesia.

Setibanya Gresberg Bunaken Overlook Kapolda Papua Tengah beserta rombongan melaksanakan sesi foto bersama serta mendapat penjelasan singkat dari pihak SRM PT. FI berkaitan tentang area Tambang terbuka Gresberg di buka pada tahun 1991 kemudian ditutup pada bulan Desember 2024, sejak saat itu aktivitas tambang terbuka Gresberg di alihkan ke tambang bawah tanah Underground. Terdapat dua Puncak Carrtenz dan Soekarno yang di perkirakan habis menurut BMKG pada tahun 2030. Setelah itu pada pukul 09.15 WIT, Kapolda Papua Tengah beserta rombongan meninggalkan Gresberg Bunaken Overlook menuju area Bali Damp. Setelah tiba di Bali Dump Kapolda Papua Tengah beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pos Brimob Satgas Amole I 2026 yang berada di area WSS-Gresberg. Setibanya di Pos Brimob Satgas Amole I 2026 Kapolda Papua Tengah melakukan Interaksi langsung dengan personel yang ada serta melihat sarana dan prasarana yang ada di pos tersebut. Selanjutnya Kapolda Papua Tengah beserta rombongan meninggalkan Pos Brimob Satgas Amole I 2026 yang berada di are WSS-Gresberg dan menuju trem atas area GBC, persiapan turun ke MP 74.

Setelah Kapolda Papua Tengah beserta rombongan tiba di trem bawah MP 74, selanjutnya bergerak menuju Mako Polsek Tembagapura, tapi sebelum ke Mako Polsek Tembagapura Kapolda Papua Tengah terlebih dahulu singgah di kantor main Office MP 68 sedangkan rombongan PJU lainnya mendahului ke Mako Polsek Tembagapura. Tepatnya pada pukul 12.15 WIT, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini S.I.K, M.Si tiba di Mako Polsek Tembagapura, dan disambut yel-yel anak-anak pelajar Papua Binaan Polsek Tembagapura, selanjutnya Kapolda Papua Tengah beserta rombongan meninjau Honai Belajar anak-anak binaan Polsek Tembagapura dan berinteraksi dengan anak-anak pelajar.

Adapun penyampaian Kapolda Papua Tengah bahwa “ pada hari ini saya sangat senang sehingga berkesempatan hadir di depan anak-anak sekalian untuk melihat langsung aktivitas belajar mengajar di Polsek Tembagapura. Apakah anak-anak senang belajar??? Lalu di jawab oleh anak-anak bahwa mereka senang”

Disamping itu adapun penyampaian dari perwakilan anak-anak bernama Tinus Waker bahwa “ apakah kami nanti bisa miliki sekolah layaknya seperti di daerah lain? Apa yang bapak kapolda akan melakukan agar kami bisa belajar setiap hari dengan guru tetap dan fasilitas yang lengkap? Kami bercita-cita jadi Dokter, Polisi, TNI, Guru. Bagaimana caranya karena kami belum memiliki sekolah yang memadai sejak tahun 2017 sampai sekarang!! Bagaimana perasaan bapak melihat kami belajar apa adanya di Polsek karena tidak ada sekolah sendiri??”

Setelah itu tanggapan bapak Kapolda Papua Tengah “ apa yang di sampaikan kepada saya akan saya sampaikan kepada pihak yang berwenang dalam hal ini pemerintah Daerah maupun DPR dan berdoa saja semoga keinginan anak-anak sekalian dapat dijawab khususnya berkaitan dengan pend di wilayah Tembagapura. Selanjutnya penyerahan secara simbolis paket bantuan alat tulis dan perlengkapan pendukung lainnya kepada salah satu perwakilan anak-anak. Setelah itu Kapolda Papua Tengah beserta rombongan meninggalkan Honai Belajar Anak-anak menuju tenda yang telah disiapkan untuk berinteraksi dengan para orang tua anak-anak yang menunggu di luar. Dan bapak Kapolda Papua Tengah juga menyampaikan kepada orang tua bahwa” saya minta kepada orang tua mendukung anak-anak untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di Honai Belajar Polsek Tembagapura. Kami akan melakukan yang terbaik bagi anak-anak ini, tadi kita sudah fasilitasi beberapa fasilitas seperti jaket, seragam dan lain-lain ke depan apa yang tadi sudah di sampaikan oleh anak-anak ini saya sudah dengarkan sendiri nanti bapak Ka Distrik juga coba kita kolaborasi lewat pemda saya juga sudah sampaikan ke bapak Wakil Bupati dan mudah-mudahan bisa dapat pergantian dari pemerintah daerah sehingga saya minta sekali lagi bapak Ka Distrik mohon supportnya agar kegiatan ini tetap berjalan jangan sampai mama-mama dengan bapak-bapak melarang anaknya datang sekolah biarkan mereka menjadi seperti sekarang datang sekolah ikut teman-teman belajar paling tidak dia bisa membaca dan menulis karena kita tidak ingin anak-anak kita tidak ada basis pendidikan meski kondisi ruang belajar di Polsek Tembagapura memang seperti itu adanya”

Setelah itu Kapolda Papua Tengah menyerahkan secara simbolis bantuan bingkisan dan sembako kepada 5 orang perwakilan mama-mama, kemudian sesi foto bersama. Tepatnya pada pukul 13.25 WIT, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini S.I.K, M.Si beserta rombongan meninggalkan Mako Polsek Tembagapura menuju Lowland Kota Timika dengan pengawalan personil Brimob Yon B Sat Brimob Polda Papua Tengah.

Continue Reading

Polres Mimika

Unit Tipidum Sat Reskrim Polres Mimika Gelar Sedekah Pagi, Wujud Kepedulian dan Pelayanan Kepada Masyarakat

Published

on

By

Polda Papua Tengah – Polres Mimika. Sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, Unit Tipidum Sat Reskrim Polres Mimika melaksanakan kegiatan Sedekah Pagi, Melayani dengan Hati dan Kasih kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (13/08/2026)

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kanit Tipidum Polres Mimika Ipda Achmad, S.H., bersama Kasubnit 1 Aipda Yunar Faisal, Kasubnit 2 Aipda Rudi serta anggota Unit Tipidum.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan personel dari kantor menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Mimika. Setibanya di wilayah SP 3, rombongan disambut dengan baik oleh masyarakat setempat.

Bantuan yang diberikan berupa beras, mi instan, gula, kopi, teh dan susu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian sedekah pagi kepada masyarakat di wilayah SP 2, SP 3 dan masyarakat Kwamki.

Kanit Tipidum Ipda Achmad, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, sekaligus sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun komunikasi yang harmonis antara kepolisian dengan warga.

Masyarakat yang menerima bantuan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolres Mimika, Kasat Reskrim, Kanit Tipidum beserta jajaran yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi dengan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, hubungan silaturahmi antara Polres Mimika dengan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga dapat mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.

Continue Reading

Polda Papua Tengah

Polres Mimika Raih Predikat Pelayanan Terbaik, Selangkah Menuju Polresta

Published

on

By

Polda Papua Tengah – Polres Mimika. Polres Mimika meraih predikat pelayanan publik terbaik. Capaian tersebut menjadi salah satu modal penting dalam rencana peningkatan status kelembagaan dari Kepolisian Resor (Polres) menjadi Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mimika.
Kapolres Mimika, AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han., mengatakan, berdasarkan kriteria dan standar penilaian yang ada, Polres Mimika telah memenuhi sejumlah persyaratan penting untuk mendukung peningkatan status tersebut. Hal itu disampaikan Kapolres saat ditemui di Mako Brimob, Mile 32, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, kesiapan tersebut meliputi peningkatan kualitas pelayanan publik, kelengkapan sarana dan prasarana, serta kecukupan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

“Secara kriteria dan standar penilaian, kami sudah memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan, baik dari sisi pelayanan, sarana prasarana maupun SDM,” kata Kapolres

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan mengenai waktu dan pelaksanaan peningkatan status kelembagaan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pimpinan Mabes Polri.

Predikat pelayanan terbaik yang diraih, lanjutnya, juga tidak boleh hanya menjadi penghargaan administratif. Capaian itu harus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Predikat ini jangan hanya berhenti sebagai penghargaan. Ini menjadi dorongan bagi seluruh anggota untuk terus memberikan pelayanan terbaik secara profesional dan konsisten,” ujarnya.

Menyesuaikan kompleksitas Mimika
Wacana perubahan status Polres Mimika menjadi Polresta Mimika dinilai strategis untuk menyesuaikan kapasitas organisasi kepolisian dengan perkembangan Kabupaten Mimika yang semakin kompleks.

Perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nomenklatur, tetapi diharapkan dapat memperkuat struktur organisasi, personel, sarana dan prasarana, serta kemampuan operasional kepolisian.
Mimika memiliki karakter wilayah yang cukup beragam. Selain kawasan perkotaan Timika, wilayah hukum Polres Mimika juga mencakup kawasan pertambangan, pelabuhan, pesisir, hingga distrik-distrik dengan kondisi geografis yang menantang.
Di sisi lain, pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi dan tingginya mobilitas masyarakat turut meningkatkan kebutuhan terhadap pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polres Mimika juga menghadapi beragam persoalan di lapangan, mulai dari aksi pemalangan, unjuk rasa, konflik antarkelompok, sengketa sosial hingga berbagai tindak kriminal.
Kondisi tersebut membutuhkan dukungan organisasi kepolisian yang semakin kuat dan mampu menyesuaikan diri dengan beban tugas serta karakteristik wilayah.

Jika peningkatan status terealisasi, penguatan kelembagaan diharapkan dapat berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat. Penanganan laporan, pengamanan kegiatan, penegakan hukum hingga respons terhadap gangguan keamanan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, efektif dan profesional.
Dengan capaian pelayanan publik terbaik yang telah diraih, Polres Mimika kini menempatkan penguatan kualitas pelayanan sebagai salah satu fondasi menuju transformasi kelembagaan menjadi Polresta Mimika.

Continue Reading

Polda Papua Tengah

Polsek Mimika Timur Fasilitasi Pertemuan Kekeluargaan, Penyerahan Uang Duka Tidak Hentikan Proses Hukum

Published

on

By

Polda Papua Tengah – Polres Mimika – Polsek Mimika Timur memfasilitasi pertemuan antara keluarga korban dan keluarga pelaku terkait kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan korban berinisial E.W. meninggal dunia. Pertemuan berlangsung di Pondok Inspirasi Polsek Mimika Timur, Rabu (12/8/2026).

Kasus tersebut terjadi pada 16 Juli 2026 di kawasan Pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika. Pertemuan kali ini merupakan tindak lanjut dari mediasi sebelumnya, khususnya terkait kesepakatan pemberian uang duka dari keluarga pelaku kepada keluarga korban.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Mimika Timur IPTU Alex Soumilena, Kepala Distrik Mimika Timur Raymond Tanser, S.Sos., Kanit Reskrim IPDA Ferdy Kimbal, serta perwakilan keluarga dari kedua belah pihak.

Kapolsek Mimika Timur IPTU Alex Soumilena menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan memfasilitasi penyerahan uang duka berdasarkan kesepakatan kedua keluarga. Namun, kesepakatan secara kekeluargaan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghentikan ataupun memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.

“Pertemuan hari ini adalah untuk penyerahan uang duka dari pihak keluarga pelaku sesuai kesepakatan dalam mediasi sebelumnya. Namun perlu diketahui bersama bahwa pemberian uang duka ini bukan sebagai upaya menghentikan atau memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan,” tegas Kapolsek.

Perwakilan keluarga korban, Sem Wanma/Tiriyu, menyampaikan bahwa pihak keluarga menerima pemberian uang duka tersebut dengan mempertimbangkan kondisi kedua keluarga yang sama-sama menggantungkan kehidupan dari pekerjaan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran bersama dengan terus mengingatkan generasi muda agar menjaga hubungan baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan maupun menyakiti orang lain.

Hal senada disampaikan Agustina Tiriyu dari pihak keluarga korban. Ia berharap para orang tua dari masing-masing kelompok dapat mengingatkan anak-anak muda untuk saling menjaga dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sementara itu, Kepala Suku Asmat Timika Simon Dewar selaku perwakilan keluarga pelaku menyampaikan bahwa pihaknya menyerahkan uang duka tahap awal sebesar Rp50 juta. Untuk kekurangannya, keluarga pelaku meminta waktu karena dana akan dikumpulkan secara bertahap dari hasil pekerjaan bongkar muat.

Kepala Distrik Mimika Timur Raymond Tanser turut mengajak kedua belah pihak untuk menjaga hubungan kekeluargaan dan bersama-sama mencegah terulangnya peristiwa serupa.

“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Mari kita bersama-sama saling mengingatkan anak-anak kita dan menjadi contoh yang baik. Uang duka yang diberikan juga diharapkan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga pelaku kemudian menyerahkan uang duka sebesar Rp50.000.000 kepada keluarga korban yang diterima langsung oleh ayah kandung korban, Donatus Waweyauta.

Berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, total uang duka yang disepakati sebesar Rp200.000.000. Setelah pembayaran tahap pertama sebesar Rp50 juta, sisa sebesar Rp150.000.000 akan dipenuhi secara bertahap oleh keluarga pelaku dengan menyesuaikan kemampuan dan pendapatan dari pekerjaan TKBM.

Polsek Mimika Timur berharap komunikasi dan pendekatan kekeluargaan yang telah terbangun dapat membantu menjaga hubungan antarkeluarga dan kelompok masyarakat serta mencegah munculnya persoalan lanjutan.

Kepolisian kembali menegaskan bahwa kesepakatan dan pemberian uang duka merupakan bagian dari penyelesaian persoalan sosial antara kedua keluarga dan tidak menghapus maupun menghentikan proses hukum terhadap perkara pidana yang sedang ditangani sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Continue Reading

Trending