Connect with us

Polres Nabire

Polres Nabire Serahkan Anak Berhadapan dengan Hukum dan Barang Bukti Perkara Pembunuhan Berencana ke Kejaksaan Negeri Nabire

Published

on

Nabire — Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Nabire melaksanakan penyerahan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) beserta barang bukti perkara tindak pidana pembunuhan berencana kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kantor Kejaksaan Negeri Nabire, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan penyerahan tersebut dilaksanakan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Negeri Nabire. Penyerahan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIT bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Nabire, Jalan Merdeka, Kabupaten Nabire.

Penyerahan dipimpin oleh personel Sat Reskrim Polres Nabire, yakni IPTU Bogi Transtanto, S.H., IPDA Karin Agustin, S.Tr.I.K., AIPDA Jaini, BRIPKA Bagus Adi S., BRIGPOL Ketty N.B.A. Worabay, S.H., dan BRIPDA Serti Anita Putri.

Dalam kegiatan tersebut, pihak kepolisian menyerahkan seorang ABH berinisial AWS, laki-laki berusia 14 tahun, beserta sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara. Barang bukti tersebut antara lain satu unit sepeda motor Yamaha Aerox warna merah, pisau, botol berisi minyak tanah, pakaian dan sandal, beberapa unit telepon seluler, sisa kain yang terbakar, dua buah flashdisk berisi rekaman CCTV, serta dokumen kendaraan berupa STNK dan BPKB.

Berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan yang diperoleh penyidik, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 30 Juli 2026. ABH sebelumnya membuat janji untuk bertemu dengan korban dan kemudian menjemput korban menggunakan sepeda motor.

Dalam perjalanan, keduanya sempat berhenti di sekitar kawasan Pantai Naikere, Jalan Poros Waroki. Saat berada di lokasi tersebut terjadi pertengkaran antara ABH dan korban. Perselisihan kemudian berlanjut hingga ABH melakukan kekerasan terhadap korban yang mengakibatkan korban kehilangan kesadaran.

Setelah itu, ABH kembali ke sepeda motor dan mengambil minyak tanah serta korek api yang sebelumnya telah disiapkan. Minyak tanah kemudian disiramkan ke tubuh korban dan api dinyalakan. Peristiwa tersebut menarik perhatian masyarakat sekitar sehingga ABH meninggalkan lokasi kejadian.

Kapolres Nabire menyampaikan bahwa pelaksanaan tahap II merupakan bagian dari proses penegakan hukum setelah seluruh rangkaian penyidikan dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum.

“Penyerahan tersangka atau Anak Berhadapan dengan Hukum beserta barang bukti kepada pihak Kejaksaan Negeri Nabire merupakan bagian dari proses hukum yang harus dilaksanakan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap. Polres Nabire memastikan seluruh proses penanganan perkara dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Kapolres Nabire.

Kapolres Nabire juga menegaskan bahwa dalam penanganan perkara yang melibatkan anak, kepolisian tetap memperhatikan ketentuan khusus terkait sistem peradilan pidana anak serta hak-hak anak selama proses hukum berlangsung.

“Dalam setiap proses hukum yang melibatkan anak, kami tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak dan memastikan proses penanganannya berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Setelah seluruh proses penyidikan selesai dan berkas perkara dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum, penyidik Sat Reskrim Polres Nabire melaksanakan tahap II, berupa penyerahan ABH dan barang bukti kepada pihak Kejaksaan Negeri Nabire.

Penyerahan ABH dan barang bukti tersebut diterima oleh JPU Eko Nuryanto, S.H., M.H., selaku Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Nabire.

Kegiatan penyerahan selesai sekitar pukul 12.00 WIT. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali.

Dengan dilaksanakannya tahap II tersebut, penanganan perkara selanjutnya menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Nabire sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Continue Reading

Polres Nabire

Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Nabire Amankan Pelaku Pencurian di Depan Kantor RRI

Published

on

By

NABIRE – Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Nabire berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku tindak pidana pencurian yang terjadi di Jalan Merdeka, tepatnya di depan Kantor RRI Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Pelaku berinisial AT alias A, diamankan pada Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIT di Jalan Wadio Atas, Kelurahan Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire. Penangkapan tersebut dipimpin oleh Kanit Resmob AIPDA Herianto N, S.E. bersama personel Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Nabire.

Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan polisi terkait dugaan tindak pidana pencurian yang terjadi pada Senin, 7 September 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kejadian bermula ketika korban memarkirkan kendaraannya di depan Kantor RRI Nabire sekitar pukul 08.15 WIT. Korban kemudian masuk ke area pasar murah untuk berbelanja.

Tidak lama kemudian, istri korban hendak mengambil kunci kendaraan dan melihat kaca belakang mobil dalam keadaan terbuka. Setelah dilakukan pengecekan, korban mendapati sejumlah barang miliknya yang berada di dalam kendaraan telah hilang.

Dari hasil penyelidikan, petugas kemudian mengamankan pelaku. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui mengambil sebuah tas laptop dari dalam mobil setelah melihat kaca bagian belakang kiri kendaraan dalam keadaan terbuka.

Pelaku mengaku mengambil tas tersebut dengan cara memasukkan tangannya melalui kaca mobil yang terbuka, kemudian membawa tas tersebut pergi. Pada Selasa pagi, pelaku juga sempat membawa laptop tersebut ke Pasar Oyehe dengan maksud menjualnya dengan harga sekitar Rp2.500.000, namun tidak berhasil menemukan pembeli.

Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut, di antaranya satu unit HP Vivo warna biru, satu unit HP Infinix warna biru muda, satu unit STNK, satu buah kepala charger, satu buah mouse warna hitam, satu kabel charger laptop, satu unit laptop Lenovo dengan stiker “The Doctor”, serta satu buah headset.

Kapolres Nabire AKBP SAMUEL DOMINGGUS TATIRATU, S.I.K., M.H., CPHR, menyampaikan apresiasi kepada personel Sat Reskrim yang telah bergerak cepat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat hingga berhasil mengamankan terduga pelaku.

“Kami akan terus memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Penangkapan ini merupakan bentuk komitmen Polres Nabire dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak tegas setiap dugaan tindak pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kapolres Nabire.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat memarkirkan kendaraan di tempat umum.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak meninggalkan barang-barang berharga di dalam kendaraan. Pastikan seluruh pintu dan kaca kendaraan benar-benar terkunci sebelum ditinggalkan, sehingga dapat meminimalisir peluang terjadinya tindak pidana pencurian,” tambahnya.

Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di ruang Sat Reskrim Polres Nabire untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Personel Sat Reskrim Polres Nabire juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya barang bukti lainnya serta mendalami keterlibatan pelaku dalam tindak pidana pencurian lainnya.

Polres Nabire mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya tindak pidana atau aktivitas mencurigakan agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Sat Reskrim Polres Nabire terus berkomitmen melakukan penegakan hukum serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Nabire.

Continue Reading

Polres Nabire

Polres Nabire Kawal Secara Humanis Penataan dan Rencana Relokasi Pedagang Pantai Nabire ke Taman Gizi

Published

on

By

Nabire, 7 September 2026 — Polres Nabire bersama Pemerintah Kabupaten Nabire terus melakukan langkah persuasif dan humanis dalam mengawal proses penataan kawasan Pantai Nabire serta rencana relokasi aktivitas perdagangan menuju kawasan Taman Gizi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, sekaligus memastikan setiap tahapan kebijakan pemerintah daerah dapat disampaikan kepada masyarakat secara terbuka dan melalui komunikasi yang baik.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, bersama jajaran turut turun langsung ke lapangan dan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nabire serta masyarakat, khususnya para pedagang yang terdampak rencana penataan kawasan Pantai Nabire.

Pada Senin (7/9/2026), jajaran Polres Nabire melalui Sat Intelkam terlebih dahulu melakukan monitoring perkembangan situasi dan menyerap aspirasi para pedagang di kawasan Pantai Nabire, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Morgo.

Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Intelkam Polres Nabire AKP Sugiarto, S.H., didampingi KBO Sat Intelkam AIPTU Zulham CH Arlan.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawenari bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah memberikan penjelasan kepada para pedagang mengenai rencana penataan kawasan Pantai Nabire.

Pemerintah Kabupaten Nabire menjelaskan bahwa kawasan Pantai Nabire akan ditata sebagai ruang publik yang lebih tertib dan nyaman, sementara aktivitas perdagangan akan diarahkan ke kawasan Taman Gizi yang direncanakan menjadi pusat aktivitas kuliner.

Polres Nabire dalam kesempatan tersebut mengedepankan pendekatan dialogis agar masyarakat dapat memahami kebijakan yang akan dilaksanakan serta dapat menyampaikan aspirasi dan keberatan secara langsung.

Kapolres Nabire Tekankan Pendekatan Humanis

Setelah kegiatan di Pantai Nabire, Polres Nabire bersama Pemerintah Kabupaten Nabire melaksanakan rapat koordinasi di Mapolres Nabire.

Rapat tersebut dipimpin dan diikuti Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawenari, Kepala Distrik Nabire Yusak Jitmau, Kepala BKSDM Kabupaten Nabire Cyprianus Rahawarin, S.Sos, Kasat Intelkam AKP Sugiarto, S.H., Kasat Reskrim IPTU Bogi Transtanto, S.H., serta Kasi Propam IPDA Anis Kari.

Dalam rapat tersebut, Kapolres Nabire menegaskan bahwa Polres Nabire sejak awal telah melakukan komunikasi dan pendekatan kepada para pedagang guna mengetahui secara langsung aspirasi serta keberatan yang disampaikan masyarakat.

“Setiap langkah yang dilakukan harus berdasarkan prosedur yang berlaku. Kita kedepankan komunikasi, pendekatan persuasif dan humanis agar tidak terjadi benturan di lapangan,” demikian inti arahan Kapolres Nabire.

Kapolres juga menekankan pentingnya pemberitahuan resmi dan koordinasi antarpihak sebelum dilakukan tindakan di lapangan.

Polres Nabire memastikan akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan situasi, sekaligus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses penataan berlangsung.

Polres Nabire Bersama Pemkab Turun Langsung ke Taman Gizi

Pada siang harinya, Kapolres Nabire bersama Wakil Bupati Nabire dan instansi terkait kembali turun langsung ke kawasan Taman Gizi.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat setempat terkait rencana pengembangan kawasan Taman Gizi sebagai lokasi pusat aktivitas perdagangan dan wisata kuliner.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi dan keberatan, terutama karena merasa belum mendapatkan koordinasi secara maksimal mengenai rencana penataan dan perluasan kawasan.

Masyarakat juga menyampaikan adanya klaim kepemilikan atau hak atas tanah di sekitar lokasi yang akan ditata.

Kapolres Nabire kemudian meminta agar masyarakat yang memiliki dokumen atau sertifikat kepemilikan tanah membawa dokumen tersebut dalam pertemuan atau mediasi resmi bersama Pemerintah Kabupaten Nabire dan instansi terkait.

Menurut Kapolres, penyelesaian persoalan harus dilakukan melalui komunikasi dan mediasi sehingga setiap pihak mendapatkan ruang untuk menyampaikan kepentingannya secara baik.

Pembersihan Lahan Dihentikan Sementara

Dalam kegiatan tersebut, proses pembongkaran dan pembersihan lahan di sekitar Taman Gizi menggunakan alat berat dihentikan sementara.

Penghentian dilakukan setelah mempertimbangkan aspirasi masyarakat serta perlunya koordinasi lebih lanjut mengenai status dan penataan kawasan.

Polres Nabire terus melakukan monitoring dan pengumpulan bahan keterangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas selama proses penataan dan relokasi berlangsung.

Kapolres Nabire juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik.

Polres Nabire menegaskan komitmennya untuk terus mengawal seluruh proses secara humanis, profesional dan sesuai prosedur, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta menjaga situasi Kabupaten Nabire tetap aman dan kondusif.

Seluruh rangkaian kegiatan pada Senin (7/9/2026) berjalan dengan aman dan kondusif.

Polres Nabire bersama Pemerintah Kabupaten Nabire selanjutnya akan terus melakukan koordinasi dan mediasi guna mencari solusi terbaik terkait penataan Pantai Nabire, relokasi pedagang, serta rencana pengembangan kawasan Taman Gizi.

Continue Reading

Polres Nabire

Resmi Menjabat Kapolres Puncak Jaya, AKBP Yudha Wicaksono Tegaskan Polri Harus Dekat dengan Masyarakat

Published

on

By

PUNCAK JAYA – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini resmi melantik AKBP Yudha Wicaksono sebagai Kapolres Puncak Jaya, Jumat (4/9/2026). Pelantikan tersebut menandai berakhirnya masa tugas Yudha sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kapolres Puncak Jaya yang telah dijalaninya selama kurang lebih tiga bulan.

Dengan amanah baru tersebut, Yudha menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus memperkuat pelayanan kepolisian, menjaga keamanan dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

Menurut Yudha, jabatan Kapolres bukan sekadar pergantian posisi, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk memastikan Polri hadir memberikan perlindungan, pelayanan serta rasa aman kepada masyarakat.

Ia pun meminta seluruh jajaran menjadikan momentum ini sebagai semangat baru untuk meningkatkan kinerja.

“Saya tekankan kepada seluruh anggota untuk tetap solid, disiplin dan profesional. Kita harus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Yudha.

Jalankan Arahan Kapolda

Yudha juga menegaskan akan menjalankan arahan Kapolda Papua Tengah, khususnya dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Dukungan terhadap program pemerintah daerah harus berjalan beriringan dengan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami akan menjalankan arahan Kapolda untuk terus mendukung pemerintah daerah. Polri harus hadir dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun daerah serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Polri Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi salah satu fokus Yudha dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolres Puncak Jaya.

Ia meminta seluruh personel tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi aktif membangun komunikasi, mendengar aspirasi dan memahami kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin masyarakat merasakan kehadiran polisi. Bukan hanya saat ada masalah, tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Polisi harus hadir untuk mendengar, melayani dan memberikan solusi,” katanya.

Pengalaman selama kurang lebih tiga bulan sebagai Plt. Kapolres menjadi bekal penting bagi Yudha untuk memahami kondisi keamanan serta berbagai dinamika yang berkembang di Puncak Jaya.

Karena itu, ia memastikan berbagai program yang sudah berjalan baik akan tetap dilanjutkan, sementara hal-hal yang masih perlu diperbaiki akan dievaluasi bersama.

“Apa yang sudah baik akan kita lanjutkan. Yang masih kurang akan kita evaluasi dan perbaiki bersama. Saya tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dukungan seluruh anggota sangat penting,” jelasnya.

Perkuat Sinergi dan Pelayanan

Ke depan, Yudha akan mendorong penguatan soliditas internal serta sinergi Polres Puncak Jaya dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

Jajaran juga akan difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas serta memperkuat komunikasi melalui kegiatan sambang.

Yudha berharap Polres Puncak Jaya semakin dipercaya masyarakat dan mampu menjadi institusi yang benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.

“Harapan saya, Polres Puncak Jaya semakin solid, semakin profesional dan semakin dipercaya masyarakat. Kita bekerja bukan hanya untuk institusi, tetapi untuk memberikan rasa aman dan mendukung kemajuan masyarakat dan daerah,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending