Connect with us

Polda Papua

Polisi Menyapa di RRI Jayapura, Polda Papua Ajak Masyarakat Berani Laporkan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Published

on

Jayapura – Polda Papua mengajak masyarakat untuk berani melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sebagai bagian dari upaya bersama dalam memberikan perlindungan kepada korban dan mencegah terjadinya tindak kekerasan di lingkungan masyarakat

Ajakan tersebut disampaikan Panit II Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Papua, Iptu Yuliani, S.H., saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif program “Polisi Menyapa” di Stasiun LPP RRI Jayapura, Kamis (17/09/2026), bersama Staf Tindak Lanjut UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Papua, Yeni Sasarari, S.Psi.

Dalam dialog yang mengangkat tema “Berani Melaporkan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak serta Perdagangan Orang” tersebut, Iptu Yuliani menjelaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak mencakup perbuatan yang mengakibatkan penderitaan secara fisik, psikis maupun seksual dan telah diatur dalam sejumlah ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Perlindungan Anak serta Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

“Kami Polda Papua juga mengampanyekan kegiatan Rise and Speak, di mana masyarakat yang mengetahui adanya dugaan kekerasan diharapkan berani untuk melapor,” ucap Iptu Yuliani.

Iptu Yuliani mengatakan, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua perlu mendapat perhatian bersama karena masih terdapat korban yang memilih diam akibat menganggap persoalan kekerasan sebagai urusan privat atau persoalan keluarga yang tidak perlu diketahui pihak lain.

Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah dan mengungkap kasus kekerasan dengan melaporkan kejadian yang diketahui kepada pihak berwenang sehingga korban dapat memperoleh perlindungan dan penanganan sesuai ketentuan hukum.

Dari sisi pendampingan, Yeni Sasarari menjelaskan bahwa UPTD PPA Provinsi Papua menerima pengaduan dari masyarakat secara langsung maupun melalui rujukan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian dan lembaga terkait.

“Yang penting adalah masyarakat tidak takut untuk melapor karena melaporkan tindakan kekerasan bukan aib, dan korban berhak mendapatkan rasa aman serta perlindungan,” jelas Yeni.

Ia menambahkan, UPTD PPA memberikan pendampingan sesuai kebutuhan korban, mulai dari asesmen awal, pendampingan dalam proses pelaporan, pemulihan psikologis dan psikososial hingga pendampingan dalam proses persidangan.

Sepanjang tahun 2026, UPTD PPA Provinsi Papua telah menerima sekitar 21 kasus yang melibatkan perempuan dewasa dan 31 kasus yang melibatkan anak, dengan kasus kekerasan seksual terhadap anak menjadi salah satu perkara yang banyak ditangani.

Sementara itu, dalam upaya pencegahan TPPO, Iptu Yuliani mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai modus, antara lain tawaran pekerjaan palsu melalui media sosial serta modus perekrutan dengan iming-iming pekerjaan atau kehidupan yang lebih baik namun pada akhirnya korban mengalami eksploitasi.

“Masyarakat kami imbau untuk selalu mengecek legalitas perusahaan perekrut kepada instansi terkait dan memberitahukan kepada keluarga sebelum bepergian,” ungkapnya.

Iptu Yuliani menegaskan bahwa Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Papua memiliki tugas dalam penyelidikan, penyidikan dan penanganan perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta terus membangun sinergi dengan instansi terkait, lembaga bantuan hukum dan lembaga pemerhati perempuan dan anak.

Dalam dialog tersebut juga dibahas mekanisme penanganan perkara, termasuk kemungkinan penyelesaian melalui keadilan restoratif dengan tetap memperhatikan persyaratan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan serta hak dan kepentingan korban.

Untuk perkara kekerasan seksual, penanganannya memiliki ketentuan khusus sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual sehingga tidak seluruh perkara dapat diselesaikan melalui mekanisme di luar proses peradilan.

Iptu Yuliani kembali mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Papua, jika mengetahui adanya kekerasan yang terjadi, jangan segan untuk melapor. Karena laporan Saudara menyelamatkan generasi,” tegasnya

Ia menambahkan, Polda Papua berkomitmen memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak serta memastikan setiap laporan yang diterima dapat ditangani sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Senada dengan hal tersebut, Yeni Sasarari mengajak korban maupun masyarakat yang mengetahui adanya kekerasan untuk melapor melalui pihak atau layanan yang dirasa aman dan nyaman.

“Ketika melaporkan, itu bukan aib. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjadi ruang aman bagi korban dan menghubungkannya dengan pihak yang dapat memberikan keamanan, pendampingan dan perlindungan,” ujarnya

Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau hendak melaporkan dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat memanfaatkan layanan kepolisian melalui Call Center 110 maupun layanan SAPA 129 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Melalui kegiatan “Polisi Menyapa” ini, Polda Papua berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga setiap bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun TPPO dapat segera dilaporkan dan ditangani, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan memberikan perlindungan bagi korban.

Continue Reading

Polda Papua

HUT ke-81 TNI, Wakapolda Papua Kenang Jasa Pahlawan dan Perkuat Sinergitas TNI-Polri

Published

on

By

Jayapura – Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., menghadiri Ziarah Nasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Trikora, Waena, Jayapura, Sabtu (03/10/26).

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah pejabat TNI dan Polri sebagai bentuk penghormatan serta penghargaan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang dan mengorbankan jiwa raga demi bangsa dan negara.

Turut hadir Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Mokh. Mukhson, S.E., M.M., Irdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Sapto Widhi Nugroho, Wadan Kodaeral X Jayapura Laksamana Pertama TNI Ronald Makana David Rarun, M.Tr.Opsla., Dir Intelkam Polda Papua Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K., serta Kabid TIK Polda Papua Kombes Pol. Abdullah Wahid Prio Utomo, S.I.K.

Prosesi ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, serta peletakan karangan bunga oleh Inspektur Upacara.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan penghormatan terakhir dan penaburan bunga di makam para pahlawan oleh para peserta ziarah.

Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir mengatakan ziarah nasional menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan sekaligus menanamkan semangat perjuangan dan pengabdian kepada generasi penerus.

“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah memberikan pengorbanan besar bagi bangsa dan negara. Semangat perjuangan dan pengabdian mereka harus terus kita warisi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Brigjen Pol. Muhajir.

Menurutnya, peringatan HUT ke-81 TNI juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan sinergitas antara TNI dan Polri, khususnya dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Bagi kami, momentum ini juga menjadi pengingat bahwa TNI dan Polri memiliki tanggung jawab bersama untuk terus menjaga persatuan, keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sinergitas dan soliditas harus terus dipelihara demi memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Brigjen Pol. Muhajir menambahkan bahwa nilai-nilai patriotisme, disiplin dan loyalitas yang telah ditunjukkan para pahlawan perlu menjadi inspirasi bagi seluruh personel TNI dan Polri dalam menjalankan tugas.

“Semoga melalui momentum HUT ke-81 TNI ini, semangat pengabdian, persatuan dan kecintaan kepada bangsa semakin kuat. Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bekerja secara profesional, menjaga persatuan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Polda Papua

Polda Papua Bersama Mabes Polri Bahas Kelayakan Pembentukan Batalyon C Pelopor

Published

on

By

Jayapura – Kepolisian Daerah Papua bersama Tim Studi Kelayakan Mabes Polri menggelar rapat studi kelayakan terkait rencana pembentukan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Papua bertempat di Aula Rupatama Mapolda Papua, Kota Jayapura, Jumat (02/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., Karolemtala Stamarena Polri, Brigjen Pol. Dra. A. A. Sagung Dian Kartini, Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, S.I.K., M.H., para PJU Polda Papua, serta personel Satbrimob Polda Papua.

Dalam sambutan Kapolda Papua yang dibacakan Wakapolda Papua, disampaikan bahwa setiap rencana pembentukan satuan organisasi baru harus melalui kajian yang objektif, komprehensif, dan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

“Pembentukan suatu satuan organisasi baru tentunya harus didasarkan pada kajian yang objektif, komprehensif, serta mempertimbangkan kebutuhan nyata di lapangan,” ucapnya.

“Kami berharap tim dapat memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai kondisi dan kebutuhan organisasi Satbrimob Polda Papua,” imbuhnya.

Wakapolda menjelaskan, kondisi geografis Papua yang luas, karakteristik medan, keterbatasan akses transportasi, serta dinamika keamanan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan dalam menentukan kebutuhan organisasi dan kekuatan personel.

Polda Papua, lanjutnya, siap memberikan data dan informasi berdasarkan kondisi faktual di lapangan sebagai bahan bagi tim dalam menyusun rekomendasi terkait rencana pengembangan organisasi Satbrimob.

Dalam paparannya, Dansat Brimob Polda Papua menjelaskan bahwa saat ini Satbrimob Polda Papua memiliki dua batalyon Pelopor dan satu Detasemen Gegana dengan kekuatan sekitar 2.113 personel yang tersebar di sejumlah wilayah.

Luas wilayah rayonisasi, karakteristik geografis, serta kondisi kamtibmas yang beragam menjadi bagian dari pertimbangan dalam kajian rencana pembentukan Batalyon C Pelopor.

Berdasarkan rencana awal, Batalyon C Pelopor diarahkan untuk mendukung kebutuhan pengamanan di wilayah Provinsi Papua dengan kekuatan sekitar 121 personel.

Satuan tersebut direncanakan dapat mendukung wilayah hukum Polres Jayapura, Polresta Jayapura Kota, Polres Sarmi, Polres Mamberamo Raya, serta wilayah lainnya sesuai kebutuhan operasional.

Kajian juga mencakup rencana pembangunan Markas Komando (Mako) dan penempatan kompi dengan mempertimbangkan luas wilayah, aksesibilitas, kebutuhan pengamanan, serta pemerataan jangkauan kekuatan Brimob.

Adapun rencana lokasi Mako Batalyon C Pelopor berada di Jalan Alternatif Waena, Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Dalam studi kelayakan tersebut, tim Mabes Polri memberikan sejumlah masukan yang meliputi kesiapan dan pemenuhan personel berkualifikasi, sarana dan prasarana, legalitas lahan, dukungan anggaran, pendidikan dan pelatihan, hingga pola penyebaran kompi agar pembentukan satuan nantinya sesuai dengan kebutuhan operasional.

Sementara itu, Karolemtala Stamarena Polri menegaskan bahwa rencana pembentukan Batalyon C Pelopor harus didasarkan pada kebutuhan nyata serta hasil kajian yang menyeluruh, bukan sekadar pemenuhan struktur organisasi.

“Kesiapan personel, sarana dan prasarana, lahan, anggaran, serta pola penyebaran kompi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kajian agar organisasi yang dibentuk nantinya benar-benar dapat berfungsi secara optimal,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi geografis, jarak antardaerah, rayonisasi, dan tingkat kesulitan akses dalam menentukan pola penempatan kompi.

Selain itu, aspek legalitas lahan, pemenuhan sarana dan prasarana, pendidikan serta pelatihan personel, termasuk mekanisme monitoring dan evaluasi, perlu dipersiapkan secara matang dalam setiap tahapan pengembangan organisasi.

Di kesempatan yang sama, Brigjen Muhajir mengungkapkan bahwa studi kelayakan ini merupakan bagian dari tahapan penataan dan pengembangan organisasi Satbrimob Polda Papua.

Hasil kajian selanjutnya akan menjadi bahan rekomendasi bagi pimpinan dalam menentukan kelayakan dan langkah pengembangan Batalyon C Pelopor.

“Harapan kami, seluruh rangkaian kajian dapat dilaksanakan secara objektif, menyeluruh, dan berdasarkan data serta kondisi faktual di lapangan, sehingga rekomendasi yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi pengembangan organisasi Polri dan peningkatan kemampuan Satbrimob Polda Papua,” pungkas Wakapolda Papua.

Continue Reading

Polda Papua

Pisah Sambut Dir Intelkam Polda Papua, Kapolda Dorong Penguatan Tugas Intelijen di Seluruh Wilayah

Published

on

By

Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., menghadiri kegiatan pisah sambut Direktur Intelkam Polda Papua dari Kombes Pol. Wainan Wynand Imanuel Makatita, S.I.K., kepada pejabat baru Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K., yang berlangsung di Cafe Lyma, Kota Jayapura, Kamis (01/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., Pj. Sekda Provinsi Papua Lukas Christian Sohilait, S.T., M.Si., para Pejabat Utama Polda Papua, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR., serta personel Direktorat Intelkam Polda Papua.

Dir Intelkam Polda Papua yang baru, Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban amanah sebagai Dir Intelkam Polda Papua.

Dengan pengalaman penugasan sebelumnya di wilayah Papua, ia berharap dapat segera menyesuaikan diri dan melanjutkan pelaksanaan tugas dengan baik. Dirinya juga memohon dukungan serta kerja sama dari seluruh personel Polda Papua dan para mitra kerja dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, Kombes Pol. Wainan Wynand Imanuel Makatita menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Papua atas kepercayaan yang diberikan selama melaksanakan tugas di Polda Papua, baik sebagai Kabid Humas, Dir Intelkam maupun saat mendapat amanah sebagai Plt. Irwasda.

Selama bertugas, dirinya mengaku mendapatkan berbagai pengalaman berharga, khususnya dalam pelaksanaan tugas Intelijen dan pembinaan personel. Ia juga berpesan kepada seluruh personel Direktorat Intelkam agar tetap menjaga kekompakan, kerja sama dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas.

Dalam arahannya, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin menekankan pentingnya penguatan tugas Intelijen di seluruh wilayah Papua.

Kapolda mendorong Dir Intelkam yang baru untuk meningkatkan pola penugasan personel agar tidak hanya terpusat di kantor, tetapi lebih banyak melaksanakan kegiatan di lapangan sesuai fungsi dan karakteristik tugas Intelijen.

“Intelijen harus lebih banyak berada di lapangan. Kita perlu melihat langsung dinamika yang berkembang di masyarakat dan wilayah, sehingga informasi yang diperoleh dapat mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian,” ujar Kapolda.

Kapolda juga meminta agar kebutuhan personel Intelijen dapat dipetakan dengan baik dan disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam pemenuhan kebutuhan personel, sehingga pelaksanaan tugas Direktorat Intelkam dapat berjalan secara optimal.

Selain itu, Kapolda menekankan agar kegiatan Intelijen tidak hanya terfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga ditingkatkan hingga wilayah pegunungan Papua.

“Saya berpesan kepada seluruh personel Direktorat Intelkam agar terus berperan sebagai insan Intelijen yang mampu mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang semakin terkendali. Tingkatkan kegiatan Intelijen di wilayah pegunungan, sehingga pelaksanaan tugas dapat menjangkau seluruh wilayah,” tegasnya.

Usai penyampaian arahan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada Kombes Pol. Wainan Wynand Imanuel Makatita sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan selama melaksanakan tugas di Polda Papua.

Pisah sambut tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas Direktorat Intelkam Polda Papua dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Papua.

Continue Reading

Trending