Connect with us

Polres Tolikara

Bag SDM Polres Tolikara Terus Dampingi Casis, Seleksi CAT Akademik Hari Ke – 3 Berjalan Lancar dan Humanis

Published

on

Jayapura – Proses seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 terus berlangsung dengan penuh semangat dan pengawasan ketat. Para calon siswa (casis) binaan Pabanrim Polres Tolikara mengikuti Seleksi CAT Akademik hari ketiga dengan materi Penalaran Numerik yang dilaksanakan di Kota Jayapura. Pada hari Minggu (17/05/2026)

Kegiatan seleksi berlangsung di dua lokasi berbeda, yakni di SMK YPK Diaspora Vim Kotaraja untuk pelaksanaan operator face matching dan di SMK Pariwisata Papua Mandala sebagai lokasi ujian CAT Akademik bagi para casis. Meskipun lokasi kegiatan cukup berjauhan, personel pendamping dari Bag SDM Polres Tolikara tetap aktif melakukan pemantauan secara langsung demi memastikan seluruh tahapan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel Bag SDM Polres Tolikara yaitu Bripda Frangcho P. V. Anderi selaku Bamin Subbag Dalpers dan Bripda Sulfikar selaku Bamin Subbag Binkar yang mendampingi para casis selama proses seleksi berlangsung.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan face matching kehadiran peserta, pemeriksaan tata tertib seleksi, hingga pelaksanaan ujian CAT Akademik mata pelajaran Penalaran Numerik yang diikuti oleh para casis Pabanrim Polres Tolikara.

Kabag SDM Polres Tolikara, AKP Edward N. Gultom, S.H., menyampaikan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan, objektif, dan berbasis kemampuan masing-masing peserta.

“Pendampingan yang dilakukan bukan hanya sebatas tugas administrasi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril kepada para casis agar tetap percaya diri dan fokus dalam mengikuti setiap tahapan seleksi. Kami berharap seluruh peserta dapat memberikan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung sportivitas dan integritas,” ujar AKP Edward N. Gultom, S.H.

Sementara itu, Bripda Frangcho P. V. Anderi yang hadir mendampingi kegiatan mengatakan bahwa seluruh peserta dari Pabanrim Polres Tolikara tetap menunjukkan semangat dan disiplin selama mengikuti proses seleksi.

“Kami terus memantau dan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur. Walaupun lokasi pendampingan dan ujian berbeda, kami tetap membagi waktu untuk memberikan pendampingan kepada para casis agar mereka merasa lebih siap dan nyaman,” ungkap Bripda Frangcho.

Diketahui, jumlah casis Bintara PTU dan Bakomsus dari Pabanrim Polres Tolikara sebanyak enam orang, terdiri dari empat casis Polki dan dua casis Polwan. Dari jumlah tersebut, lima orang mengikuti seleksi CAT Akademik, sementara satu casis mengikuti jalur seleksi berbeda yaitu Bakomsus Akuntansi yang nantinya akan menjalani tahapan uji kompetensi.

Seluruh rangkaian Seleksi CAT Akademik hari ketiga berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Penulis : Adiyat

Continue Reading

Polres Tolikara

FERT Tolikara 2026 Ditutup Meriah, Parade Budaya Pelajar Jadi Simbol Generasi Penerus Lestarikan Budaya

Published

on

By

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan – Festival Etnik Religi Tolikara (FERT) Ke-I Tahun 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026. Penutupan festival berlangsung meriah di Lapangan Merah Putih, Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Kamis (13/08/2026).

Mengusung tema “Merawat Budaya – Menguatkan Iman – Membangun Tolikara”, hari kedua FERT menjadi momentum penting dalam memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai keimanan, persatuan, dan kebersamaan.

Kegiatan dihadiri Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., Wakil Bupati Tolikara Yotam Wandik, S.H., M.Si., Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf. Derek S. Rumbino, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., Sekda Kabupaten Tolikara Dr. Yosua Noak Douw, S.Sos., M.Si., MA, Wakapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir, Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian RI Luksen Jems Mayor, S.Sos., M.A.P., Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tolikara Mikhel Dandirwalu, S.Th., M.M., para pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta sekitar 500 masyarakat.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam rangkaian penutupan adalah Parade Budaya yang melibatkan peserta didik dari enam satuan pendidikan di Kota Karubaga, yaitu SD Lentera Harapan Karubaga, SD Negeri Karubaga, SD YPPGI Karubaga, SMP Negeri Karubaga, SMP YPPGI Karubaga, dan SMA Negeri Karubaga.

Parade tersebut menempuh rute mulai dari Jalan Pemuda, Bandar Udara Karubaga, Jalan Ampera Atas, Jalan Ampera Bawah, hingga berakhir di Lapangan Merah Putih Karubaga.

Uniknya, parade tidak hanya diikuti oleh para pelajar. Bupati dan Wakil Bupati Tolikara bersama jajaran Forkopimda turut berjalan bersama para peserta didik hingga tiba di lokasi finish. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan budaya daerah.

Setibanya di Lapangan Merah Putih, suasana semakin semarak dengan penampilan musik gitar ukulele yang dibawakan oleh 150 pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK di Kota Karubaga yang berkolaborasi dengan Frans Rumbino/Frans Sisir.

Pemerintah Kabupaten Tolikara kemudian memberikan uang pembinaan kepada sekolah yang siswa-siswinya mengikuti tim musik gitar ukulele dan Parade Budaya sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas serta partisipasi generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., menyampaikan bahwa FERT bukan sekadar kegiatan hiburan atau seremoni, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat jati diri masyarakat Tolikara melalui perpaduan nilai agama dan budaya.

«“Festival Etnik Religi yang kita selenggarakan selama dua hari ini bukan sekadar panggung hiburan atau seremoni. Festival ini adalah media refleksi bersama untuk menegaskan kembali jati diri kita sebagai masyarakat Tolikara, masyarakat yang takut akan Tuhan dan bangga akan warisan leluhurnya.”»

Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada para pelajar yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, generasi muda merupakan wajah masa depan Kabupaten Tolikara yang harus dipersiapkan tidak hanya secara akademis, tetapi juga memiliki iman yang kuat dan rasa bangga terhadap budaya daerah.

“Kalian adalah wajah masa depan Kabupaten Tolikara. Lewat kegiatan ini, kita sedang menanamkan investasi karakter yang sangat berharga. Saya berharap generasi muda Tolikara tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, beriman teguh, takut akan Tuhan, serta memiliki rasa bangga terhadap kearifan lokal daerahnya sendiri,” ujar Willem Wandik.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, Forkopimda, aparat TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, para guru serta seluruh masyarakat yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan FERT selama dua hari tidak hanya terlihat dari kemeriahan acara, tetapi juga dari terciptanya suasana aman, tertib, damai, dan penuh kekeluargaan.

Bupati kemudian secara resmi menyatakan seluruh rangkaian Festival Etnik Religi Kabupaten Tolikara Ke-I Tahun 2026 ditutup. Doa penutup kegiatan disampaikan oleh Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian RI Luksen Jems Mayor.

Kemeriahan penutupan semakin lengkap dengan atraksi paralayang dari Cendrawasi Flying Club. Selain itu, FERT Ke-I Tahun 2026 turut dimeriahkan dengan 18 stan pameran yang didirikan Pemerintah Kabupaten Tolikara.

Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., melalui kehadiran personel Polres Tolikara dalam rangkaian pengamanan kegiatan, turut memastikan seluruh kegiatan masyarakat selama festival dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.

“Polres Tolikara berkomitmen mendukung setiap kegiatan positif masyarakat yang dapat mempererat persaudaraan, menjaga kedamaian, serta membangun kebersamaan. Festival seperti ini menjadi ruang yang baik untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda sekaligus memperkuat persatuan di Kabupaten Tolikara,” ujar Kapolres.

Seluruh rangkaian kegiatan hari kedua FERT Ke-I Tahun 2026 berakhir pada pukul 14.00 WIT. Kegiatan berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

FERT Tolikara 2026 boleh berakhir secara seremonial, namun semangat yang dibawanya diharapkan terus hidup: budaya tetap terjaga, iman semakin kuat, persaudaraan semakin erat, dan generasi muda semakin bangga menjadi bagian dari Tanah Tolikara.

Penulis : Gunz

Continue Reading

Polres Tolikara

Propam Polres Tolikara Perkuat Pengawasan Internal, 20 Personel Jalani Tes Urine

Published

on

By

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan – Dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan internal Kepolisian, Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) Polres Tolikara bersama Si Dokkes melaksanakan pengecekan urine terhadap personel Satresnarkoba, personel Dalmas, personel Humas, serta anggota yang baru mutasi ke Polres Tolikara, Kamis (13/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.15 WIT tersebut dilaksanakan di ruangan depan Sie Propam Polres Tolikara sebagai bagian dari langkah pengawasan dan pengendalian internal terhadap personel Polri.

Kasi Propam Polres Tolikara IPTU Yohanis Pattipeilohy memimpin langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebanyak 20 personel menjadi sasaran pemeriksaan, terdiri dari 7 personel Satresnarkoba, 6 personel yang baru mutasi ke Polres Tolikara, 5 personel Dalmas, serta 2 personel Humas.

Pengecekan dilakukan secara menyeluruh dan mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Pemeriksaan tidak hanya menyasar personel pelaksana, tetapi juga dilakukan secara berjenjang hingga pejabat dan personel yang bertugas di lingkungan Satresnarkoba.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Tolikara dalam menjaga integritas dan profesionalisme personel, terlebih Satresnarkoba merupakan satuan yang memiliki tugas utama dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

Kasi Propam Polres Tolikara IPTU Yohanis Pattipeilohy menegaskan bahwa pemeriksaan urine merupakan bagian dari upaya pencegahan sekaligus pengawasan internal agar seluruh personel Polri terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

«“Pengecekan urine ini merupakan langkah preventif dan bentuk pengawasan internal untuk memastikan seluruh personel Polres Tolikara, khususnya anggota yang bertugas dalam pemberantasan narkotika, benar-benar memiliki integritas dan tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika,” ujar IPTU Yohanis.»

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kedisiplinan serta membangun budaya organisasi yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

“Polri harus menjadi contoh bagi masyarakat. Karena itu, setiap personel wajib menjaga diri, disiplin, dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap seluruh personel yang menjalani tes urine, 20 personel dinyatakan NEGATIF terhadap zat atau indikasi narkotika. Tidak ditemukan adanya indikasi penggunaan narkotika berdasarkan hasil pemeriksaan urine yang dilakukan.

Seluruh personel juga mengikuti proses pemeriksaan dengan tertib dan kooperatif. Hasil pemeriksaan kemudian dicatat dan didokumentasikan oleh Si Propam sebagai bahan laporan serta evaluasi pimpinan.

Melalui kegiatan ini, Polres Tolikara menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat pengawasan internal, meningkatkan disiplin dan profesionalisme personel, serta menciptakan lingkungan kerja kepolisian yang bersih, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan pengecekan urine berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Penulis : Gunz

Continue Reading

Polres Tolikara

Patroli Humanis Polsek Karubaga, Wujudkan FERT 2026 Aman dan Kondusif

Published

on

By

Tolikara (Karubaga),Papua Pegunungan – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan Festival Etnik Religi Tolikara (FERT) Ke-I Tahun 2026, Polsek Karubaga melaksanakan patroli Kamtibmas di sejumlah wilayah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (12/08/2026).

Patroli tersebut merupakan langkah preventif Polri untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan FERT 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif.

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Karubaga melakukan pemantauan situasi di sejumlah titik serta berkoordinasi dengan personel pengamanan lainnya. Kehadiran anggota Polri di lapangan juga menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat agar dapat mengikuti rangkaian festival dengan rasa aman dan nyaman.

Kapolsek Karubaga IPDA Nikson P. Korwa, S.H., M.H., mengatakan bahwa patroli tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama pelaksanaan Festival Etnik Religi Tolikara. Patroli ini merupakan langkah antisipasi agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas,” ujar Kapolsek.

Personel juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, menghormati sesama serta segera menyampaikan kepada aparat keamanan apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan.

Polsek Karubaga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat selama seluruh rangkaian FERT 2026 berlangsung. Dengan sinergi antara aparat keamanan, panitia dan masyarakat, diharapkan Festival Etnik Religi Tolikara dapat menjadi momentum mempererat persaudaraan, kerukunan dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Tolikara.

Polri hadir untuk menjaga keamanan, memberikan rasa nyaman, dan mendukung setiap kegiatan masyarakat agar berlangsung aman dan damai.

Penulis : Gunz

Continue Reading

Trending