Connect with us

Polres Tolikara

Dari Dana Desa hingga Laporan Pengancaman, Regu Siaga I Polres Tolikara Sigap Jaga Kamtibmas

Published

on

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan – Polres Tolikara terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengintensifkan patroli di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Jumat (14/08/2026).

Regu Siaga I Polres Tolikara melaksanakan patroli rutin mulai pukul 08.55 WIT hingga 12.40 WIT dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) sekaligus menciptakan kondisi yang aman selama berlangsungnya sejumlah aktivitas masyarakat.

Patroli dipimpin Kasat Samapta Polres Tolikara IPTU Eko Haryanto, S.H., selaku Padal, didampingi Kasubbag Strajemen Bag Log IPDA Victor Gebze selaku Wakil Padal dan PS. Kanit Provost AIPTU Enos Waroy selaku Watpers bersama 15 personel Regu Siaga I.

Dalam pelaksanaannya, personel terlebih dahulu menyambangi Bank BNI KCP Wamena Jalan Pemuda untuk memantau situasi selama proses penyaluran Dana Desa tahap II Tahun Anggaran 2025 dan tahap I Tahun Anggaran 2026 Kabupaten Tolikara.

Kehadiran personel kepolisian di lokasi tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan aktivitas masyarakat dan proses pencairan Dana Desa dapat berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif.

Patroli kemudian dilanjutkan menuju Lapangan Merah Putih. Personel melakukan pemantauan terhadap kegiatan gladi dan persiapan upacara dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Tidak hanya melaksanakan pemantauan, Regu Siaga I juga menunjukkan respons cepat terhadap laporan masyarakat. Sekitar pukul 11.02 WIT, personel menindaklanjuti laporan seorang warga bernama Rudi Yanengga terkait dugaan pengancaman oleh oknum masyarakat menggunakan senjata tajam (sajam) di kawasan Ampera Atas.

Personel segera bergerak menuju lokasi dan tiba di TKP sekitar pukul 11.06 WIT. Namun, saat petugas tiba, terduga pelaku telah meninggalkan lokasi.

Kasat Samapta Polres Tolikara IPTU Eko Haryanto, S.H., menegaskan bahwa patroli rutin bukan hanya bertujuan mencegah gangguan kamtibmas, tetapi juga memastikan personel dapat memberikan respons cepat ketika masyarakat membutuhkan kehadiran kepolisian.

“Kami tidak hanya melakukan patroli secara mobile, tetapi juga memantau langsung aktivitas masyarakat dan merespons setiap laporan yang masuk. Ini merupakan bentuk kehadiran Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar IPTU Eko Haryanto.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan kamtibmas, khususnya penggunaan senjata tajam dalam menyelesaikan persoalan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Tolikara untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan keamanan. Apabila terjadi persoalan, jangan mengambil tindakan sendiri, tetapi segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani secara tepat,” tambahnya.

Setelah menindaklanjuti laporan tersebut, Regu Siaga I kembali melaksanakan patroli di Jalan Pemuda dan memantau situasi di Bank BNI KCP Wamena sebelum kembali menuju Lapangan Merah Putih untuk memastikan persiapan HUT RI ke-81 berjalan aman.

Seluruh rangkaian kegiatan patroli berakhir di Mako Polres Tolikara sekitar pukul 12.40 WIT. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah yang menjadi sasaran patroli terpantau aman, tertib dan kondusif.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Tolikara kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan, mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, serta memberikan respons cepat terhadap setiap laporan warga demi terciptanya situasi yang aman dan nyaman di Kabupaten Tolikara.

Humas Polres Tolikara
Presisi • Melayani • Mengayomi

Penulis : Gunz

Continue Reading

Polres Tolikara

Bhabinkamtibmas Sambangi Warga, Ajak Bersama Jaga Kamtibmas Jelang HUT Kemerdekaan RI

Published

on

By

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Tolikara melalui personelnya terus meningkatkan kegiatan sambang dan pendekatan langsung kepada masyarakat.

Kegiatan Door to Door System (DDS) tersebut dilaksanakan oleh Briptu Roni Samon pada Jumat, 14 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi antara Polri dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Dalam kegiatan sambang, Briptu Roni Samon menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap situasi sekitar, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI.

Masyarakat juga diajak untuk memeriahkan momentum kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang positif dan tetap menjunjung tinggi persatuan serta kerukunan antarwarga.

Briptu Roni Samon mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan perpecahan.

“Momentum HUT Kemerdekaan RI hendaknya kita jadikan sebagai sarana untuk mempererat persatuan dan kebersamaan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” ujar Briptu Roni Samon.

Kegiatan DDS ini merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Melalui komunikasi secara langsung, diharapkan setiap potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini serta tercipta hubungan yang semakin harmonis antara masyarakat dengan kepolisian.

Kasat Binmas Polres Tolikara IPDA Kasrim, S.E. menyampaikan bahwa kegiatan sambang akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kami terus mendorong personel Binmas dan Bhabinkamtibmas untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Dengan membangun komunikasi dan kebersamaan, kita dapat bersama-sama menjaga Tolikara tetap aman, damai, tertib dan kondusif,” ungkap IPDA Kasrim.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Tolikara berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian, gotong royong, persatuan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Humas Polres Tolikara
Presisi • Melayani • Mengayomi

Penulis : Gunz

Continue Reading

Polres Tolikara

Paskibra Binaan Polres Tolikara Mantapkan Barisan Jelang HUT ke-81 RI

Published

on

By

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan — Menjelang pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Tolikara yang merupakan binaan Polres Tolikara mengikuti gladi kotor di Lapangan Merah Putih Karubaga, Kamis (14/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan pemantapan kesiapan Paskibra sebelum pelaksanaan upacara puncak HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Gladi kotor dilakukan untuk memastikan ketepatan formasi, gerakan, kekompakan, kedisiplinan, serta koordinasi seluruh personel yang terlibat dalam rangkaian upacara.

Gladi kotor tersebut turut dihadiri Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., Wakil Bupati Tolikara Yotam Wandik, S.H., M.Si., Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf. Derek S. Rumbino, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., Sekda Kabupaten Tolikara Dr. Yosua Noak Douw, S.Sos., M.Si., MA., Wakapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir, serta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tolikara Mikhel Dandirwalu, S.Th., M.M.

Dalam pelaksanaan gladi, Paskibra binaan Polres Tolikara tampak mengikuti setiap tahapan latihan dengan penuh semangat dan disiplin. Para peserta mempraktikkan berbagai rangkaian gerakan dan formasi, termasuk penghormatan serta tahapan yang berkaitan dengan prosesi pengibaran Bendera Merah Putih.

Pembinaan Paskibra oleh Polres Tolikara merupakan bagian dari upaya membentuk generasi muda yang memiliki disiplin, tanggung jawab, kekompakan, serta semangat nasionalisme. Melalui proses latihan yang terarah dan berkelanjutan, para anggota Paskibra dipersiapkan agar mampu menjalankan tugas dengan baik sekaligus menanamkan nilai-nilai cinta Tanah Air.

Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Polres Tolikara memberikan perhatian terhadap pembinaan Paskibra sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda di Kabupaten Tolikara.

“Paskibra ini merupakan binaan Polres Tolikara. Kami memberikan pembinaan dan pelatihan secara disiplin agar mereka memiliki kesiapan, kekompakan, rasa tanggung jawab, serta semangat nasionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pengibar Bendera Merah Putih,” ujar Kapolres.

Kapolres menambahkan bahwa menjadi anggota Paskibra merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab, terlebih mereka dipercaya untuk mengemban tugas dalam momentum peringatan kemerdekaan bangsa.

“Kami berharap seluruh anggota Paskibra dapat melaksanakan tugas dengan penuh percaya diri dan tanggung jawab. Jadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta membangun karakter generasi muda yang disiplin, tangguh dan pantang menyerah,” tambahnya.

Polres Tolikara juga terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tolikara, TNI, serta seluruh pihak terkait dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI agar dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan khidmat.

Gladi kotor di Lapangan Merah Putih Karubaga ini menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan kesiapan Paskibra Kabupaten Tolikara sebelum memasuki tahapan latihan berikutnya hingga pelaksanaan upacara puncak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan semangat “Satu Barisan, Satu Semangat”, Paskibra binaan Polres Tolikara diharapkan mampu mengemban tugas pengibaran Sang Merah Putih dengan penuh kebanggaan, kedisiplinan, dan rasa cinta kepada Tanah Air.

Humas Polres Tolikara
Presisi • Melayani • Mengayomi

Penulis : Gunz

Continue Reading

Polres Tolikara

FERT Tolikara 2026 Ditutup Meriah, Parade Budaya Pelajar Jadi Simbol Generasi Penerus Lestarikan Budaya

Published

on

By

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan – Festival Etnik Religi Tolikara (FERT) Ke-I Tahun 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026. Penutupan festival berlangsung meriah di Lapangan Merah Putih, Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Kamis (13/08/2026).

Mengusung tema “Merawat Budaya – Menguatkan Iman – Membangun Tolikara”, hari kedua FERT menjadi momentum penting dalam memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai keimanan, persatuan, dan kebersamaan.

Kegiatan dihadiri Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., Wakil Bupati Tolikara Yotam Wandik, S.H., M.Si., Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf. Derek S. Rumbino, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., Sekda Kabupaten Tolikara Dr. Yosua Noak Douw, S.Sos., M.Si., MA, Wakapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir, Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian RI Luksen Jems Mayor, S.Sos., M.A.P., Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tolikara Mikhel Dandirwalu, S.Th., M.M., para pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta sekitar 500 masyarakat.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam rangkaian penutupan adalah Parade Budaya yang melibatkan peserta didik dari enam satuan pendidikan di Kota Karubaga, yaitu SD Lentera Harapan Karubaga, SD Negeri Karubaga, SD YPPGI Karubaga, SMP Negeri Karubaga, SMP YPPGI Karubaga, dan SMA Negeri Karubaga.

Parade tersebut menempuh rute mulai dari Jalan Pemuda, Bandar Udara Karubaga, Jalan Ampera Atas, Jalan Ampera Bawah, hingga berakhir di Lapangan Merah Putih Karubaga.

Uniknya, parade tidak hanya diikuti oleh para pelajar. Bupati dan Wakil Bupati Tolikara bersama jajaran Forkopimda turut berjalan bersama para peserta didik hingga tiba di lokasi finish. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan budaya daerah.

Setibanya di Lapangan Merah Putih, suasana semakin semarak dengan penampilan musik gitar ukulele yang dibawakan oleh 150 pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK di Kota Karubaga yang berkolaborasi dengan Frans Rumbino/Frans Sisir.

Pemerintah Kabupaten Tolikara kemudian memberikan uang pembinaan kepada sekolah yang siswa-siswinya mengikuti tim musik gitar ukulele dan Parade Budaya sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas serta partisipasi generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., menyampaikan bahwa FERT bukan sekadar kegiatan hiburan atau seremoni, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat jati diri masyarakat Tolikara melalui perpaduan nilai agama dan budaya.

«“Festival Etnik Religi yang kita selenggarakan selama dua hari ini bukan sekadar panggung hiburan atau seremoni. Festival ini adalah media refleksi bersama untuk menegaskan kembali jati diri kita sebagai masyarakat Tolikara, masyarakat yang takut akan Tuhan dan bangga akan warisan leluhurnya.”»

Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada para pelajar yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, generasi muda merupakan wajah masa depan Kabupaten Tolikara yang harus dipersiapkan tidak hanya secara akademis, tetapi juga memiliki iman yang kuat dan rasa bangga terhadap budaya daerah.

“Kalian adalah wajah masa depan Kabupaten Tolikara. Lewat kegiatan ini, kita sedang menanamkan investasi karakter yang sangat berharga. Saya berharap generasi muda Tolikara tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, beriman teguh, takut akan Tuhan, serta memiliki rasa bangga terhadap kearifan lokal daerahnya sendiri,” ujar Willem Wandik.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, Forkopimda, aparat TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, para guru serta seluruh masyarakat yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan FERT selama dua hari tidak hanya terlihat dari kemeriahan acara, tetapi juga dari terciptanya suasana aman, tertib, damai, dan penuh kekeluargaan.

Bupati kemudian secara resmi menyatakan seluruh rangkaian Festival Etnik Religi Kabupaten Tolikara Ke-I Tahun 2026 ditutup. Doa penutup kegiatan disampaikan oleh Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian RI Luksen Jems Mayor.

Kemeriahan penutupan semakin lengkap dengan atraksi paralayang dari Cendrawasi Flying Club. Selain itu, FERT Ke-I Tahun 2026 turut dimeriahkan dengan 18 stan pameran yang didirikan Pemerintah Kabupaten Tolikara.

Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., melalui kehadiran personel Polres Tolikara dalam rangkaian pengamanan kegiatan, turut memastikan seluruh kegiatan masyarakat selama festival dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.

“Polres Tolikara berkomitmen mendukung setiap kegiatan positif masyarakat yang dapat mempererat persaudaraan, menjaga kedamaian, serta membangun kebersamaan. Festival seperti ini menjadi ruang yang baik untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda sekaligus memperkuat persatuan di Kabupaten Tolikara,” ujar Kapolres.

Seluruh rangkaian kegiatan hari kedua FERT Ke-I Tahun 2026 berakhir pada pukul 14.00 WIT. Kegiatan berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

FERT Tolikara 2026 boleh berakhir secara seremonial, namun semangat yang dibawanya diharapkan terus hidup: budaya tetap terjaga, iman semakin kuat, persaudaraan semakin erat, dan generasi muda semakin bangga menjadi bagian dari Tanah Tolikara.

Penulis : Gunz

Continue Reading

Trending