Connect with us

Polda Papua

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rumah di Hamadi Pantai Hangus Terbakar

Published

on

Polresta Jayapura Kota,- Personel gabungan Polresta Jayapura Kota bersama Polsek Jayapura Selatan dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura bergerak cepat menangani peristiwa kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah di Jalan Perikanan, Hamadi Pantai RT 003/RW 005, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (15/05) siang.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIT dan diketahui pertama kali oleh seorang saksi bernama Dahlia yang melihat kobaran api muncul dari dalam rumah milik Yuli Waromi yang saat itu dalam keadaan kosong karena pemilik rumah sedang berada di Arso, Kabupaten Keerom.

Melihat kejadian tersebut, saksi bersama warga sekitar segera berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, api dengan cepat membesar diduga akibat adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik yang diperparah oleh kondisi angin kencang di lokasi kejadian.

Dua unit mobil Pemadam Kebakaran Kota Jayapura bersama satu unit kendaraan suplai air tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman. Selanjutnya, personel piket fungsi Polsek Jayapura Selatan tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara.

Tidak berselang lama, personel Piket Fungsi Polresta Jayapura Kota bersama Tim Identifikasi Sat Reskrim yang dipimpin Kanit Pamapta II SPKT Polresta Jayapura Kota Ipda Muhammad Febri Tamimi, S.Tr.I.K turut mendatangi lokasi guna membantu pengamanan serta melakukan langkah-langkah kepolisian.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.50 WIT dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Tim Identifikasi Sat Reskrim Polresta Jayapura Kota kemudian melakukan pemasangan garis polisi di lokasi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Jayapura Selatan menyampaikan bahwa personel Kepolisian bergerak cepat merespon laporan masyarakat guna memastikan keamanan warga serta membantu proses penanganan kebakaran bersama instansi terkait.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan TKP, membantu proses penanganan serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Syukur dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah mengalami kerusakan berat. Saat ini kasus kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Sat Reskrim Polresta Jayapura Kota guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Polresta Jayapura Kota juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha, termasuk memeriksa kabel yang sudah rapuh atau terkelupas guna mencegah terjadinya korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran.

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian melalui layanan 110 ataupun petugas pemadam kebakaran apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.(*)

Penulis : Danu

Continue Reading

Polda Papua

Polda Papua Uji Coba MBG Pola Prasmanan di SD Inpres Dok 8, Utamakan Gizi dan Edukasi

Published

on

By

Jayapura – Polda Papua melalui SPPG Polda Papua melaksanakan uji coba pilot project Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Pola prasmanan di SD Negeri Inpres Dok 8, Kota Jayapura, Kamis (01/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Nova Patrige Renwarin serta sejumlah PJU Polda Papua.

Uji coba ini merupakan bagian dari koordinasi SPPG Polda Papua bersama pihak sekolah sekaligus gladi bersih untuk memastikan mekanisme penyajian MBG dengan sistem prasmanan dapat berjalan secara aman, tertib, higienis, dan sesuai kebutuhan gizi siswa.

Dalam pelaksanaannya, sistem prasmanan diterapkan kepada siswa kelas 5 dan kelas 6. Para siswa juga dilibatkan sebagai relawan dalam membantu proses penyajian makanan kepada teman-temannya.

Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus P. Siregar menjelaskan bahwa sistem prasmanan tersebut masih dalam tahap uji coba dengan tujuan memastikan makanan yang dikonsumsi siswa tetap dalam kondisi segar, hangat, higienis, serta memenuhi kebutuhan gizi.

“Kami mencoba pola prasmanan ini agar makanan disajikan tetap higienis dan hangat. Targetnya, paling lama dua jam setelah dimasak, makanan sudah disantap anak-anak dalam kondisi suhu di atas 60 derajat Celsius,” ujar Kombes Pol. Jannus.

Menurutnya, keterlibatan siswa sebagai relawan juga memberikan nilai edukasi dan melatih kepedulian antarsiswa. Relawan membantu menyesuaikan porsi makanan dengan kebutuhan masing-masing siswa sehingga makanan dapat dimanfaatkan secara optimal dan mengurangi potensi makanan tersisa.

Selain penyajian makanan, kegiatan tersebut juga disertai edukasi mengenai pentingnya asupan gizi. Sebelum makan, para guru memberikan penjelasan kepada siswa mengenai menu, kandungan kalori, serta nilai gizi makanan yang disajikan.

“Anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai kandungan gizi makanan yang mereka konsumsi,” jelasnya.

Kombes Pol. Jannus menambahkan, hasil pelaksanaan uji coba akan dianalisis dan dievaluasi untuk melihat efektivitas sistem prasmanan dibandingkan dengan pola penyajian menggunakan ompreng. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan masukan untuk disampaikan kepada pengurus pusat.

Uji coba serupa juga dilaksanakan di sejumlah wilayah lain di Indonesia, khususnya pada SPPG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari.

Kapolda Papua bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua dalam kegiatan tersebut turut meninjau langsung proses penyajian MBG, melihat kesiapan siswa dan tenaga pendukung, serta mengikuti makan bersama para siswa.

Melalui kegiatan ini, Polda Papua berupaya mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dengan mengedepankan aspek pemenuhan gizi, kebersihan, keamanan pangan, serta edukasi kepada para siswa.

Penulis: Bripda Fatur (082199373815)

Jayapura, 01 Oktober 2026

Dikeluarkan oleh: Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua, Alamat Jln. Dr. Sam Ratulangi No. 8 Jayapura, Papua Telp: 0967-52021. Kontak Person: Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. HP 08118821212.

Continue Reading

Polda Papua

Polda Papua dan BNNP Papua Bersinergi Cegah Peredaran Narkoba, Lindungi Generasi Muda

Published

on

By

Jayapura – Kepolisian Daerah Papua bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua meneguhkan komitmen bersama dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Tanah Papua.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Dialog Interaktif “Polisi Menyapa” dengan tema “Komitmen Polda Papua dan BNNP Papua Menuju Papua Bersinar (Bersih Narkoba)” yang berlangsung di Stasiun LPP RRI Jayapura, Kamis (01/10/2026).

Dialog menghadirkan Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Kombes Pol. Dr. Alfian, S.I.K., M.Si. dan Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Papua Agusman Firman, S.Psi., dengan dipandu presenter RRI Jayapura, Arul Firmansyah. Turut hadir Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P.

Dalam dialog tersebut, Dirresnarkoba Polda Papua menjelaskan bahwa penanganan tindak pidana narkotika menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya terhadap pengguna, tetapi juga terhadap keluarga, lingkungan dan masa depan generasi muda.

“Penanganan tindak pidana narkotika membutuhkan komitmen dan keseriusan dari berbagai pihak. Polri dan BNN tidak bisa bekerja sendiri. Peran tokoh masyarakat, orang tua dan seluruh masyarakat sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi di lingkungan masing-masing,” ujar Kombes Pol. Alfian.

Ia menyampaikan, hingga September 2026, jajaran Polda Papua telah menangani 237 kasus tindak pidana narkotika dengan 265 tersangka. Sementara pada tahun 2025 tercatat 214 kasus dengan 304 tersangka.

Dari pengungkapan tersebut, barang bukti narkotika yang disita apabila dikonversikan dalam nilai rupiah mencapai sekitar Rp3,16 miliar. Penyitaan tersebut diperkirakan dapat mencegah narkotika beredar dan dikonsumsi oleh sekitar 14,35 juta jiwa.

Menurutnya, ganja masih menjadi salah satu jenis narkotika yang banyak ditemukan di wilayah Papua, disusul sabu-sabu. Kondisi geografis Papua yang luas serta adanya wilayah perbatasan menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan pengawasan dan kerja sama lintas instansi.

“Untuk pemberantasan narkotika, kami terus bersinergi dengan BNN, TNI dan instansi terkait, termasuk dalam pengawasan wilayah perbatasan, jalur laut maupun jalur lainnya. Kerja sama ini terus kita tingkatkan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku,” jelasnya.

Sementara itu, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Papua Agusman Firman menekankan pentingnya upaya pencegahan, khususnya terhadap anak dan generasi muda. Menurutnya, penanganan narkotika tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi edukasi, ketahanan keluarga dan lingkungan yang mendukung.

“Upaya P4GN bukan hanya menjadi tugas Polri, BNN maupun aparat keamanan. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran, termasuk keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah,” ungkap Agusman.

Ia juga menyampaikan sejumlah program pencegahan yang dijalankan BNNP Papua, di antaranya ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak) serta program Desa/Kelurahan Bersinar. Untuk tahun 2026, BNNP Papua memfokuskan program Kelurahan Bersinar di Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan.

Selain itu, BNNP Papua bersama Dinas Pendidikan Kota dan Provinsi Papua telah mendorong penerapan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) sebagai salah satu langkah pencegahan di lingkungan pendidikan.

“Program IKAN bukan membuat kurikulum baru, tetapi mengintegrasikan materi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN ke dalam pembelajaran di setiap jenjang pendidikan. Harapannya, pencegahan dapat dilakukan secara lebih komprehensif sejak usia dini,” jelasnya.

Dalam dialog tersebut juga disampaikan bahwa hingga September 2026, BNNP Papua telah memberikan layanan rehabilitasi kepada 33 klien, yang sebagian besar berasal dari kelompok usia sekolah.

Karena itu, kedua narasumber mengingatkan pentingnya peran orang tua dan lingkungan pendidikan dalam mengenali perubahan perilaku anak serta memberikan penanganan yang tepat. Bagi penyalahguna atau korban penyalahgunaan narkotika, pendekatan rehabilitasi menjadi salah satu bagian penting dalam penanganannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dirresnarkoba Polda Papua juga menegaskan bahwa Kepolisian akan tetap melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap jaringan peredaran narkotika, termasuk apabila terdapat oknum yang terlibat atau menyalahgunakan kewenangan.

“Terhadap siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana narkotika akan kami proses sesuai ketentuan hukum. Apabila ada oknum anggota Polri yang terlibat, selain diproses secara pidana, yang bersangkutan juga akan diproses melalui mekanisme internal Kepolisian,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Polda Papua dan BNNP Papua memastikan kerahasiaan identitas masyarakat yang memberikan informasi akan dijaga. Masyarakat dapat melaporkan informasi terkait narkotika kepada pihak Kepolisian maupun BNNP Papua.

“Keberhasilan pemberantasan narkotika sangat membutuhkan partisipasi masyarakat. Mari kita jaga keluarga dan lingkungan kita bersama. Jangan sampai narkotika merusak masa depan generasi muda Papua,” pungkas Kombes Pol. Alfian.

Agusman juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terus membangun lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika demi mewujudkan generasi muda Papua yang sehat, produktif dan mampu menyongsong Indonesia Emas 2045.

Continue Reading

Polda Papua

Polda Papua Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Published

on

By

Jayapura – Polda Papua menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolda Papua, Koya Koso, Kota Jayapura, Kamis (01/10/2026).

Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh para pejabat utama serta personel Polda Papua.

Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., bertindak selaku Inspektur Upacara dan turut dihadiri Para PJU Polda Papua serta personel Polda Papua.

Rangkaian upacara diawali dengan persiapan pasukan dan masuknya Komandan Upacara ke lapangan. Selanjutnya, Inspektur Upacara memasuki lapangan dan upacara dilanjutkan dengan penghormatan umum serta laporan Komandan Upacara bahwa seluruh rangkaian siap dimulai.

Dalam suasana penuh khidmat, kegiatan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila.

Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali mengingat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri.

“Pancasila merupakan dasar sekaligus pemersatu bangsa. Karena itu, nilai-nilai persatuan harus terus kita jaga dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat,” ujar Wakapolda Papua.

Wakapolda juga mengajak seluruh personel Polda Papua untuk menjaga kebersamaan, menghormati keberagaman dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

“Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, mari kita laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis dan profesional. Perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Papua,” tambahnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh personel Polda Papua bahwa nilai persatuan perlu terus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Hal tersebut penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua.

Continue Reading

Trending