Keerom – Polsek Arso Timur Polres Keerom mendapat kehormatan sebagai salah satu dari lima nominator terbaik tingkat nasional kategori Polsek Rural dalam ajang Kompolnas Awards 2026. Visitasi dan penilaian dilakukan langsung oleh Tim Juri Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI di Mako Polsek Arso Timur, Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Selasa (11/08/2026).
Tim Juri Kompolnas RI yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Anggota Kompolnas sekaligus Juri Kompolnas Awards, Mochammad Choirul Anam, S.H., Juri dari unsur tokoh masyarakat Dr. H. Ahmad Suaedy, M.A.Hum., serta Zullastri selaku Spri Anggota Kompolnas. Tim juga didampingi jajaran Itwasda Polda Papua.
Kegiatan visitasi turut dihadiri Wakapolres Keerom Kompol Agus Tinato, S.Sos., M.H., Danramil 1701-04/Arso Mayor Inf Basir Ando, Kabag Ops Polres Keerom AKP Hendrik R. Sipahutar, S.Sos., M.H., Kabag SDM AKP Abdul Wahid, Kasat Reskrim AKP Jetny L. Sohilait, S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP S. Lakburlawal, Kasat Binmas IPTU Eric Sayeti Ramandei, Kapolsek Arso Timur IPTU Yohanes Jeremias Saumen, serta unsur pemerintah distrik, kepala kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat dan kelompok tani binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Arso Timur memaparkan berbagai inovasi pelayanan masyarakat yang selama ini dilaksanakan, mulai dari program “Ngopi Bareng”, pelayanan yang responsif, transparan, akuntabel, humanis dan solutif, hingga program ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan tidur.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian utama adalah program “Petani GANJA” (Gabungan Anak Tani Tanam Jagung Asolole) yang diinisiasi oleh Bhabinkamtibmas Kampung Yetti AIPDA Tri P. Utomo. Program tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran Polri yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga hadir membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Melalui program tersebut, AIPDA Tri P. Utomo mendampingi masyarakat mulai dari pengolahan lahan, proses penanaman, pemeliharaan, hingga pascapanen. Pendampingan juga dilakukan dalam membangun kelompok tani dan membuka akses pemasaran hasil pertanian sehingga masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung kepada tengkulak.
Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Kampung Yetti. Para petani menyampaikan bahwa pendampingan Bhabinkamtibmas telah membantu mereka mengubah pola pertanian tradisional menjadi lebih terorganisir dan produktif. Bahkan, hasil panen jagung telah diarahkan untuk diserap melalui Perum BULOG sehingga memberikan kepastian pasar dan berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Menariknya, istilah “Petani GANJA” bukan berkaitan dengan narkotika. Nama tersebut merupakan akronim dari Gabungan Anak Nanam Jagung Asolole, sebuah gerakan positif yang justru menjadi simbol perlawanan terhadap penyalahgunaan narkotika melalui kegiatan pertanian yang produktif dan menghasilkan pendapatan halal bagi masyarakat.
Di tengah kondisi geografis Arso Timur sebagai wilayah perbatasan RI-PNG, program tersebut juga memiliki nilai strategis. Wilayah yang memiliki tantangan berupa jarak antarkampung, medan berat, keterbatasan jaringan telekomunikasi, serta dinamika perlintasan perbatasan membutuhkan pola pendekatan kepolisian yang tidak hanya represif, tetapi juga mengedepankan pendekatan preventif dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sesi wawancara, masyarakat, tokoh adat, kepala kampung dan pemerintah distrik memberikan kesaksian bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat telah membangun rasa percaya yang semakin kuat. Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas pertanian dan membantu menyelesaikan persoalan sosial secara musyawarah.
Kepala Distrik Arso Timur juga menyampaikan apresiasi terhadap program ketahanan pangan tersebut. Pemerintah Distrik menilai pendampingan Polri telah memberikan dampak positif terhadap kemandirian masyarakat sekaligus memperkuat sinergitas dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan.
Selain ketahanan pangan, sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh adat dan masyarakat juga menjadi salah satu kekuatan Polsek Arso Timur. Danramil 1701-04/Arso Mayor Inf Basir Ando menegaskan bahwa Babinsa dan Bhabinkamtibmas selama ini terus bersinergi hadir di tengah masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan.
Anggota Kompolnas RI sekaligus Juri Kompolnas Awards 2026, Mochammad Choirul Anam, S.H., menjelaskan bahwa penilaian tidak semata-mata melihat program yang ditampilkan, tetapi lebih menitikberatkan pada dampak nyata kehadiran kepolisian bagi masyarakat, keberlanjutan inovasi, serta sinergitas dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
“Dari 360 Polsek, telah disaring menjadi lima nominator kategori Rural dan lima nominator kategori Urban. Polsek Arso Timur berhasil masuk sebagai salah satu dari lima nominator terbaik kategori Rural tingkat nasional,” jelas Mochammad Choirul Anam.
Tim Juri selanjutnya melakukan pendalaman melalui wawancara dengan masyarakat, tokoh adat, kepala kampung, kelompok tani, serta personel Polsek Arso Timur. Pendalaman tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa berbagai program yang dipaparkan benar-benar memberikan manfaat dan telah berjalan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Kapolres Keerom AKBP Aries Diego Kakori, S.I.K., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polsek Arso Timur sebagai salah satu nominator Kompolnas Awards 2026.
“Masuknya Polsek Arso Timur sebagai nominator lima besar nasional merupakan sebuah kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh personel Polres Keerom. Ini menunjukkan bahwa keterbatasan geografis dan kondisi wilayah perbatasan bukan menjadi alasan bagi Polri untuk berhenti memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres.
“Program Petani GANJA yang digagas Bhabinkamtibmas Kampung Yetti merupakan contoh bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga bagaimana membangun kemitraan dan memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketika masyarakat menjadi mandiri secara ekonomi, maka secara tidak langsung situasi kamtibmas juga akan semakin kondusif,” lanjutnya.
“Ke depan kami akan terus mendorong agar inovasi seperti ini tidak berhenti pada momentum Kompolnas Awards. Program tersebut harus dirawat, dikembangkan dan diperluas, termasuk pengembangan budidaya padi dan program ketahanan pangan lainnya. Polres Keerom akan terus memperkuat sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh adat dan seluruh masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan RI-PNG,” tegas AKBP Aries Diego Kakori.
Kegiatan visitasi dan penilaian Kompolnas Awards 2026 di Polsek Arso Timur berlangsung aman, tertib dan lancar. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, membangun kemitraan, memberikan solusi, serta bersama-sama masyarakat menjaga keamanan dan membangun kemandirian di wilayah perbatasan RI-PNG.