Connect with us

Polda Papua

Rakernis Bid Humas Polda Papua T.A. 2026 Perkuat Strategi Komunikasi Publik dan Manajemen Media di Era Digital

Published

on

Jayapura – Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua melaksanakan kegiatan hari kedua Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2026 dengan mengangkat tema “Optimalisasi Komunikasi Publik dan Manajemen Media Bidang Humas Polda Papua dalam Mendukung Rencana Kerja Polri dan Pemerintah guna Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026” yang berlangsung di Aula Ballroom Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kasubbag Renmin Satker dan Kasi Humas Polres jajaran, personel PPID Satker Mapolda Papua dan Polres jajaran, para Pamen dan Pama, serta personel Bid Humas Polda Papua.

Selain itu, hadir pula sejumlah narasumber dari berbagai instansi dan kalangan akademisi, di antaranya Ketua Komisi Informasi Publik Provinsi Papua Joel Betuel Agaki Wanda, S.S., Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Yakobus Richard Murafer, S.IP., M.A., serta Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua Jeri Agus Yudianto, S.Kom., M.Si.

Rakernis hari kedua tersebut membahas berbagai materi terkait penguatan fungsi kehumasan, keterbukaan informasi publik, strategi komunikasi krisis, pengelolaan media digital, hingga peningkatan kualitas pelayanan informasi publik di lingkungan Polri.

Kasubbid PID Bidhumas Polda Papua Kompol Nurjana, S.Sos., M.M. dalam pemaparannya menegaskan bahwa regulasi menjadi landasan utama dalam pelaksanaan tugas kehumasan di lingkungan Polri. Ia menyampaikan bahwa seluruh personel wajib memahami aturan dan menjalankan tugas secara profesional serta humanis dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, fungsi kehumasan memiliki peran penting dalam membangun citra positif institusi melalui penyampaian informasi yang cepat, tepat, dan edukatif kepada masyarakat.

Selain itu, dalam materi yang disampaikan AKP Sebastianus selaku Ps Kaur Mitra Subbid Penmas Bidhumas Polda Papua, dibahas mengenai pentingnya standar evaluasi kinerja Subbid Penmas, optimalisasi komunitas publik, serta evaluasi terhadap efektivitas produksi konten digital yang dipublikasikan melalui media sosial.

Sementara itu, IPDA Andi Mappanyompa dari Subbid Multimedia Bid Humas Polda Papua menyoroti pentingnya antisipasi terhadap viralisasi isu di media sosial, penguatan produksi konten kreatif, serta kemampuan personel humas dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi di era digital saat ini.

Ia menjelaskan bahwa kecepatan respons dan kualitas informasi menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD), Ketua Komisi Informasi Publik Provinsi Papua Joel Betuel Agaki Wanda, S.S. menyampaikan bahwa keterbukaan informasi publik harus dikelola secara profesional dan mempertimbangkan kondisi sosial serta keamanan di setiap daerah, khususnya di Papua.

Ia menegaskan bahwa tidak semua informasi dapat dibuka secara bebas tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang mungkin timbul di tengah masyarakat.

“Pengelolaan informasi publik harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Informasi yang salah atau tidak terkontrol dapat memicu gangguan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kualitas informasi yang meliputi kecepatan, kelengkapan, dan akurasi agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar valid dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Cenderawasih Yakobus Richard Murafer, S.IP., M.A. membahas mengenai persepsi publik terhadap institusi Polri dari sudut pandang independen.

Menurutnya, persepsi masyarakat terhadap Polri tidak hanya dipengaruhi oleh pemberitaan media, tetapi juga pengalaman langsung masyarakat dalam menerima pelayanan kepolisian.

Ia menjelaskan bahwa humas memiliki peran strategis sebagai penghubung komunikasi antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan yang humanis, transparan, serta berbasis budaya lokal.

“Kepercayaan publik dibangun dari pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, humas harus mampu membangun komunikasi yang baik dan responsif terhadap kebutuhan publik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua Jeri Agus Yudianto, S.Kom., M.Si. dalam materinya terkait manajemen komunikasi krisis di era digital 5.0 menekankan pentingnya strategi komunikasi publik yang cepat, akurat, dan terintegrasi.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial saat ini membuat penyebaran informasi berlangsung sangat cepat sehingga setiap institusi harus mampu mengelola komunikasi publik secara profesional dan adaptif.

“Komunikasi publik harus dilakukan secara cepat, tepat, akurat, dan humanis agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat serta meminimalkan dampak negatif dari penyebaran informasi yang tidak benar,” ujarnya.

Menutup kegiatan Rakernis, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. menekankan pentingnya sinergi, kreativitas, dan kolaborasi seluruh personel humas dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan dinamika komunikasi publik.

Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk terus meningkatkan kemampuan, membangun konten positif, serta aktif melakukan kontra narasi terhadap berbagai bentuk disinformasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kita harus menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi yang cepat, tepat, dan terpercaya. Fungsi humas saat ini tidak hanya menjadi corong institusi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri,” ungkapnya.

Kabid Humas juga berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan wawasan yang diperoleh selama Rakernis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari guna mendukung optimalisasi pelayanan informasi publik di lingkungan Polda Papua dan jajaran.

Continue Reading

Polda Papua

Polda Papua Bersama Mabes Polri Bahas Kelayakan Pembentukan Batalyon C Pelopor

Published

on

By

Jayapura – Kepolisian Daerah Papua bersama Tim Studi Kelayakan Mabes Polri menggelar rapat studi kelayakan terkait rencana pembentukan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Papua bertempat di Aula Rupatama Mapolda Papua, Kota Jayapura, Jumat (02/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., Karolemtala Stamarena Polri, Brigjen Pol. Dra. A. A. Sagung Dian Kartini, Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, S.I.K., M.H., para PJU Polda Papua, serta personel Satbrimob Polda Papua.

Dalam sambutan Kapolda Papua yang dibacakan Wakapolda Papua, disampaikan bahwa setiap rencana pembentukan satuan organisasi baru harus melalui kajian yang objektif, komprehensif, dan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

“Pembentukan suatu satuan organisasi baru tentunya harus didasarkan pada kajian yang objektif, komprehensif, serta mempertimbangkan kebutuhan nyata di lapangan,” ucapnya.

“Kami berharap tim dapat memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai kondisi dan kebutuhan organisasi Satbrimob Polda Papua,” imbuhnya.

Wakapolda menjelaskan, kondisi geografis Papua yang luas, karakteristik medan, keterbatasan akses transportasi, serta dinamika keamanan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan dalam menentukan kebutuhan organisasi dan kekuatan personel.

Polda Papua, lanjutnya, siap memberikan data dan informasi berdasarkan kondisi faktual di lapangan sebagai bahan bagi tim dalam menyusun rekomendasi terkait rencana pengembangan organisasi Satbrimob.

Dalam paparannya, Dansat Brimob Polda Papua menjelaskan bahwa saat ini Satbrimob Polda Papua memiliki dua batalyon Pelopor dan satu Detasemen Gegana dengan kekuatan sekitar 2.113 personel yang tersebar di sejumlah wilayah.

Luas wilayah rayonisasi, karakteristik geografis, serta kondisi kamtibmas yang beragam menjadi bagian dari pertimbangan dalam kajian rencana pembentukan Batalyon C Pelopor.

Berdasarkan rencana awal, Batalyon C Pelopor diarahkan untuk mendukung kebutuhan pengamanan di wilayah Provinsi Papua dengan kekuatan sekitar 121 personel.

Satuan tersebut direncanakan dapat mendukung wilayah hukum Polres Jayapura, Polresta Jayapura Kota, Polres Sarmi, Polres Mamberamo Raya, serta wilayah lainnya sesuai kebutuhan operasional.

Kajian juga mencakup rencana pembangunan Markas Komando (Mako) dan penempatan kompi dengan mempertimbangkan luas wilayah, aksesibilitas, kebutuhan pengamanan, serta pemerataan jangkauan kekuatan Brimob.

Adapun rencana lokasi Mako Batalyon C Pelopor berada di Jalan Alternatif Waena, Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Dalam studi kelayakan tersebut, tim Mabes Polri memberikan sejumlah masukan yang meliputi kesiapan dan pemenuhan personel berkualifikasi, sarana dan prasarana, legalitas lahan, dukungan anggaran, pendidikan dan pelatihan, hingga pola penyebaran kompi agar pembentukan satuan nantinya sesuai dengan kebutuhan operasional.

Sementara itu, Karolemtala Stamarena Polri menegaskan bahwa rencana pembentukan Batalyon C Pelopor harus didasarkan pada kebutuhan nyata serta hasil kajian yang menyeluruh, bukan sekadar pemenuhan struktur organisasi.

“Kesiapan personel, sarana dan prasarana, lahan, anggaran, serta pola penyebaran kompi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kajian agar organisasi yang dibentuk nantinya benar-benar dapat berfungsi secara optimal,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi geografis, jarak antardaerah, rayonisasi, dan tingkat kesulitan akses dalam menentukan pola penempatan kompi.

Selain itu, aspek legalitas lahan, pemenuhan sarana dan prasarana, pendidikan serta pelatihan personel, termasuk mekanisme monitoring dan evaluasi, perlu dipersiapkan secara matang dalam setiap tahapan pengembangan organisasi.

Di kesempatan yang sama, Brigjen Muhajir mengungkapkan bahwa studi kelayakan ini merupakan bagian dari tahapan penataan dan pengembangan organisasi Satbrimob Polda Papua.

Hasil kajian selanjutnya akan menjadi bahan rekomendasi bagi pimpinan dalam menentukan kelayakan dan langkah pengembangan Batalyon C Pelopor.

“Harapan kami, seluruh rangkaian kajian dapat dilaksanakan secara objektif, menyeluruh, dan berdasarkan data serta kondisi faktual di lapangan, sehingga rekomendasi yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi pengembangan organisasi Polri dan peningkatan kemampuan Satbrimob Polda Papua,” pungkas Wakapolda Papua.

Continue Reading

Polda Papua

Pisah Sambut Dir Intelkam Polda Papua, Kapolda Dorong Penguatan Tugas Intelijen di Seluruh Wilayah

Published

on

By

Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., menghadiri kegiatan pisah sambut Direktur Intelkam Polda Papua dari Kombes Pol. Wainan Wynand Imanuel Makatita, S.I.K., kepada pejabat baru Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K., yang berlangsung di Cafe Lyma, Kota Jayapura, Kamis (01/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., Pj. Sekda Provinsi Papua Lukas Christian Sohilait, S.T., M.Si., para Pejabat Utama Polda Papua, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR., serta personel Direktorat Intelkam Polda Papua.

Dir Intelkam Polda Papua yang baru, Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban amanah sebagai Dir Intelkam Polda Papua.

Dengan pengalaman penugasan sebelumnya di wilayah Papua, ia berharap dapat segera menyesuaikan diri dan melanjutkan pelaksanaan tugas dengan baik. Dirinya juga memohon dukungan serta kerja sama dari seluruh personel Polda Papua dan para mitra kerja dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, Kombes Pol. Wainan Wynand Imanuel Makatita menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Papua atas kepercayaan yang diberikan selama melaksanakan tugas di Polda Papua, baik sebagai Kabid Humas, Dir Intelkam maupun saat mendapat amanah sebagai Plt. Irwasda.

Selama bertugas, dirinya mengaku mendapatkan berbagai pengalaman berharga, khususnya dalam pelaksanaan tugas Intelijen dan pembinaan personel. Ia juga berpesan kepada seluruh personel Direktorat Intelkam agar tetap menjaga kekompakan, kerja sama dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas.

Dalam arahannya, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin menekankan pentingnya penguatan tugas Intelijen di seluruh wilayah Papua.

Kapolda mendorong Dir Intelkam yang baru untuk meningkatkan pola penugasan personel agar tidak hanya terpusat di kantor, tetapi lebih banyak melaksanakan kegiatan di lapangan sesuai fungsi dan karakteristik tugas Intelijen.

“Intelijen harus lebih banyak berada di lapangan. Kita perlu melihat langsung dinamika yang berkembang di masyarakat dan wilayah, sehingga informasi yang diperoleh dapat mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian,” ujar Kapolda.

Kapolda juga meminta agar kebutuhan personel Intelijen dapat dipetakan dengan baik dan disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam pemenuhan kebutuhan personel, sehingga pelaksanaan tugas Direktorat Intelkam dapat berjalan secara optimal.

Selain itu, Kapolda menekankan agar kegiatan Intelijen tidak hanya terfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga ditingkatkan hingga wilayah pegunungan Papua.

“Saya berpesan kepada seluruh personel Direktorat Intelkam agar terus berperan sebagai insan Intelijen yang mampu mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang semakin terkendali. Tingkatkan kegiatan Intelijen di wilayah pegunungan, sehingga pelaksanaan tugas dapat menjangkau seluruh wilayah,” tegasnya.

Usai penyampaian arahan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada Kombes Pol. Wainan Wynand Imanuel Makatita sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan selama melaksanakan tugas di Polda Papua.

Pisah sambut tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas Direktorat Intelkam Polda Papua dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Papua.

Continue Reading

Polda Papua

Polda Papua Uji Coba MBG Pola Prasmanan di SD Inpres Dok 8, Utamakan Gizi dan Edukasi

Published

on

By

Jayapura – Polda Papua melalui SPPG Polda Papua melaksanakan uji coba pilot project Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Pola prasmanan di SD Negeri Inpres Dok 8, Kota Jayapura, Kamis (01/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Nova Patrige Renwarin serta sejumlah PJU Polda Papua.

Uji coba ini merupakan bagian dari koordinasi SPPG Polda Papua bersama pihak sekolah sekaligus gladi bersih untuk memastikan mekanisme penyajian MBG dengan sistem prasmanan dapat berjalan secara aman, tertib, higienis, dan sesuai kebutuhan gizi siswa.

Dalam pelaksanaannya, sistem prasmanan diterapkan kepada siswa kelas 5 dan kelas 6. Para siswa juga dilibatkan sebagai relawan dalam membantu proses penyajian makanan kepada teman-temannya.

Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus P. Siregar menjelaskan bahwa sistem prasmanan tersebut masih dalam tahap uji coba dengan tujuan memastikan makanan yang dikonsumsi siswa tetap dalam kondisi segar, hangat, higienis, serta memenuhi kebutuhan gizi.

“Kami mencoba pola prasmanan ini agar makanan disajikan tetap higienis dan hangat. Targetnya, paling lama dua jam setelah dimasak, makanan sudah disantap anak-anak dalam kondisi suhu di atas 60 derajat Celsius,” ujar Kombes Pol. Jannus.

Menurutnya, keterlibatan siswa sebagai relawan juga memberikan nilai edukasi dan melatih kepedulian antarsiswa. Relawan membantu menyesuaikan porsi makanan dengan kebutuhan masing-masing siswa sehingga makanan dapat dimanfaatkan secara optimal dan mengurangi potensi makanan tersisa.

Selain penyajian makanan, kegiatan tersebut juga disertai edukasi mengenai pentingnya asupan gizi. Sebelum makan, para guru memberikan penjelasan kepada siswa mengenai menu, kandungan kalori, serta nilai gizi makanan yang disajikan.

“Anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai kandungan gizi makanan yang mereka konsumsi,” jelasnya.

Kombes Pol. Jannus menambahkan, hasil pelaksanaan uji coba akan dianalisis dan dievaluasi untuk melihat efektivitas sistem prasmanan dibandingkan dengan pola penyajian menggunakan ompreng. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan masukan untuk disampaikan kepada pengurus pusat.

Uji coba serupa juga dilaksanakan di sejumlah wilayah lain di Indonesia, khususnya pada SPPG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari.

Kapolda Papua bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua dalam kegiatan tersebut turut meninjau langsung proses penyajian MBG, melihat kesiapan siswa dan tenaga pendukung, serta mengikuti makan bersama para siswa.

Melalui kegiatan ini, Polda Papua berupaya mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dengan mengedepankan aspek pemenuhan gizi, kebersihan, keamanan pangan, serta edukasi kepada para siswa.

Penulis: Bripda Fatur (082199373815)

Jayapura, 01 Oktober 2026

Dikeluarkan oleh: Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua, Alamat Jln. Dr. Sam Ratulangi No. 8 Jayapura, Papua Telp: 0967-52021. Kontak Person: Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. HP 08118821212.

Continue Reading

Trending