Connect with us

Polres Tolikara

Bidkum Polda Papua Perkuat Kapasitas Penyidik Polres Tolikara Melalui Penyuluhan Hukum KUHAP Baru

Published

on

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan – Sebagai wujud komitmen Polri dalam meningkatkan profesionalisme penegakan hukum yang Presisi, Bidang Hukum (Bidkum) Polda Papua melaksanakan Penyuluhan Hukum tentang “Praperadilan dalam Pelaksanaan Kewenangan Penyidik Polri Berdasarkan KUHAP Baru” kepada personel Polres Tolikara. Kegiatan berlangsung di Aula Polres Tolikara, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Kamis (16/7/2026).

Penyuluhan yang dimulai pukul 09.30 WIT hingga 11.30 WIT tersebut dipimpin oleh Kaur Urluhkum Subbid Sunluhkum Bidkum Polda Papua AKP Daniel Tiala, S.H., didampingi AIPTU Arif Priyo Sunandar, S.H. Kegiatan dihadiri oleh Wakapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir, para Pejabat Utama, Kapolsek Karubaga, para Kasat, perwira, fungsi penyidik, serta sekitar 30 personel Polres Tolikara.

Dalam sambutannya, Wakapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Tim Bidkum Polda Papua atas pelaksanaan penyuluhan hukum di Polres Tolikara. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momentum penting untuk meningkatkan kapasitas personel dalam memahami perubahan regulasi hukum acara pidana. Ia berharap seluruh peserta mengikuti materi dengan sungguh-sungguh sehingga dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas penyelidikan maupun penyidikan di wilayah hukum Polres Tolikara secara profesional, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Perubahan regulasi harus kita sikapi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni. Saya berharap seluruh personel Polres Tolikara benar-benar memahami materi yang disampaikan dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan pemahaman yang baik terhadap KUHAP Baru, setiap proses penyelidikan maupun penyidikan dapat berjalan sesuai prosedur, profesional, akuntabel, serta mampu memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan kepada masyarakat. Inilah wujud komitmen Polri Presisi dalam menghadirkan penegakan hukum yang semakin dipercaya masyarakat,” ujar AKP Budiharjo Kadir.

Mengawali penyampaian materi, AKP Daniel Tiala S.H., mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya dapat melaksanakan penyuluhan hukum di Kabupaten Tolikara untuk pertama kalinya. Ia menegaskan bahwa kehadiran Tim Bidkum bukan untuk menggurui, melainkan sebagai wadah untuk belajar bersama dalam memahami ketentuan KUHAP Baru yang akan menjadi pedoman bagi seluruh aparat penegak hukum, khususnya penyidik Polri.

“Aturan ini merupakan hal yang baru bagi kita semua. Karena itu, tidak ada yang merasa paling tahu. Kita harus terus belajar agar setiap proses penyidikan berjalan sesuai SOP, memenuhi aspek hukum, dan mampu memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Saya yakin rekan-rekan penyidik di Polres Tolikara memiliki semangat yang sama untuk meningkatkan kualitas penegakan hukum,” ujar AKP Daniel Tiala S.H.

Dalam pemaparannya, Tim Bidkum Polda Papua menjelaskan berbagai substansi penting dalam KUHAP Baru, mulai dari prinsip-prinsip hukum acara pidana yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kewenangan penyidik, koordinasi penyidik dengan Jaksa Penuntut Umum, mekanisme penyelesaian perbedaan pendapat dalam kelengkapan berkas perkara, pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem peradilan pidana terpadu, hingga mekanisme praperadilan sebagai bentuk kontrol terhadap tindakan upaya paksa yang dilakukan penyidik.

Selain itu, peserta juga dibekali materi mengenai konsep plea bargain, Deferred Prosecution Agreement (DPA), penyelesaian perkara berdasarkan ketentuan KUHAP Baru, serta peran strategis penyidik dalam membangun sistem peradilan pidana yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendalami berbagai persoalan teknis yang kerap dihadapi dalam pelaksanaan penyidikan di lapangan, sehingga tercipta kesamaan persepsi dalam penerapan hukum acara pidana yang baru.

Kegiatan ditutup pada pukul 11.30 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Melalui penyuluhan hukum ini, diharapkan seluruh personel Polres Tolikara semakin memahami implementasi KUHAP Baru sehingga mampu menjalankan fungsi penyidikan secara profesional, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan sesuai dengan semangat Polri Presisi.

Penulis : Adiyat

Continue Reading

Polres Tolikara

FERT Tolikara 2026 Ditutup Meriah, Parade Budaya Pelajar Jadi Simbol Generasi Penerus Lestarikan Budaya

Published

on

By

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan – Festival Etnik Religi Tolikara (FERT) Ke-I Tahun 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026. Penutupan festival berlangsung meriah di Lapangan Merah Putih, Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Kamis (13/08/2026).

Mengusung tema “Merawat Budaya – Menguatkan Iman – Membangun Tolikara”, hari kedua FERT menjadi momentum penting dalam memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai keimanan, persatuan, dan kebersamaan.

Kegiatan dihadiri Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., Wakil Bupati Tolikara Yotam Wandik, S.H., M.Si., Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf. Derek S. Rumbino, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., Sekda Kabupaten Tolikara Dr. Yosua Noak Douw, S.Sos., M.Si., MA, Wakapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir, Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian RI Luksen Jems Mayor, S.Sos., M.A.P., Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tolikara Mikhel Dandirwalu, S.Th., M.M., para pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta sekitar 500 masyarakat.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam rangkaian penutupan adalah Parade Budaya yang melibatkan peserta didik dari enam satuan pendidikan di Kota Karubaga, yaitu SD Lentera Harapan Karubaga, SD Negeri Karubaga, SD YPPGI Karubaga, SMP Negeri Karubaga, SMP YPPGI Karubaga, dan SMA Negeri Karubaga.

Parade tersebut menempuh rute mulai dari Jalan Pemuda, Bandar Udara Karubaga, Jalan Ampera Atas, Jalan Ampera Bawah, hingga berakhir di Lapangan Merah Putih Karubaga.

Uniknya, parade tidak hanya diikuti oleh para pelajar. Bupati dan Wakil Bupati Tolikara bersama jajaran Forkopimda turut berjalan bersama para peserta didik hingga tiba di lokasi finish. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan budaya daerah.

Setibanya di Lapangan Merah Putih, suasana semakin semarak dengan penampilan musik gitar ukulele yang dibawakan oleh 150 pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK di Kota Karubaga yang berkolaborasi dengan Frans Rumbino/Frans Sisir.

Pemerintah Kabupaten Tolikara kemudian memberikan uang pembinaan kepada sekolah yang siswa-siswinya mengikuti tim musik gitar ukulele dan Parade Budaya sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas serta partisipasi generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., menyampaikan bahwa FERT bukan sekadar kegiatan hiburan atau seremoni, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat jati diri masyarakat Tolikara melalui perpaduan nilai agama dan budaya.

«“Festival Etnik Religi yang kita selenggarakan selama dua hari ini bukan sekadar panggung hiburan atau seremoni. Festival ini adalah media refleksi bersama untuk menegaskan kembali jati diri kita sebagai masyarakat Tolikara, masyarakat yang takut akan Tuhan dan bangga akan warisan leluhurnya.”»

Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada para pelajar yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, generasi muda merupakan wajah masa depan Kabupaten Tolikara yang harus dipersiapkan tidak hanya secara akademis, tetapi juga memiliki iman yang kuat dan rasa bangga terhadap budaya daerah.

“Kalian adalah wajah masa depan Kabupaten Tolikara. Lewat kegiatan ini, kita sedang menanamkan investasi karakter yang sangat berharga. Saya berharap generasi muda Tolikara tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, beriman teguh, takut akan Tuhan, serta memiliki rasa bangga terhadap kearifan lokal daerahnya sendiri,” ujar Willem Wandik.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, Forkopimda, aparat TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, para guru serta seluruh masyarakat yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan FERT selama dua hari tidak hanya terlihat dari kemeriahan acara, tetapi juga dari terciptanya suasana aman, tertib, damai, dan penuh kekeluargaan.

Bupati kemudian secara resmi menyatakan seluruh rangkaian Festival Etnik Religi Kabupaten Tolikara Ke-I Tahun 2026 ditutup. Doa penutup kegiatan disampaikan oleh Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian RI Luksen Jems Mayor.

Kemeriahan penutupan semakin lengkap dengan atraksi paralayang dari Cendrawasi Flying Club. Selain itu, FERT Ke-I Tahun 2026 turut dimeriahkan dengan 18 stan pameran yang didirikan Pemerintah Kabupaten Tolikara.

Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., melalui kehadiran personel Polres Tolikara dalam rangkaian pengamanan kegiatan, turut memastikan seluruh kegiatan masyarakat selama festival dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.

“Polres Tolikara berkomitmen mendukung setiap kegiatan positif masyarakat yang dapat mempererat persaudaraan, menjaga kedamaian, serta membangun kebersamaan. Festival seperti ini menjadi ruang yang baik untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda sekaligus memperkuat persatuan di Kabupaten Tolikara,” ujar Kapolres.

Seluruh rangkaian kegiatan hari kedua FERT Ke-I Tahun 2026 berakhir pada pukul 14.00 WIT. Kegiatan berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

FERT Tolikara 2026 boleh berakhir secara seremonial, namun semangat yang dibawanya diharapkan terus hidup: budaya tetap terjaga, iman semakin kuat, persaudaraan semakin erat, dan generasi muda semakin bangga menjadi bagian dari Tanah Tolikara.

Penulis : Gunz

Continue Reading

Polres Tolikara

Propam Polres Tolikara Perkuat Pengawasan Internal, 20 Personel Jalani Tes Urine

Published

on

By

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan – Dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan internal Kepolisian, Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) Polres Tolikara bersama Si Dokkes melaksanakan pengecekan urine terhadap personel Satresnarkoba, personel Dalmas, personel Humas, serta anggota yang baru mutasi ke Polres Tolikara, Kamis (13/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.15 WIT tersebut dilaksanakan di ruangan depan Sie Propam Polres Tolikara sebagai bagian dari langkah pengawasan dan pengendalian internal terhadap personel Polri.

Kasi Propam Polres Tolikara IPTU Yohanis Pattipeilohy memimpin langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebanyak 20 personel menjadi sasaran pemeriksaan, terdiri dari 7 personel Satresnarkoba, 6 personel yang baru mutasi ke Polres Tolikara, 5 personel Dalmas, serta 2 personel Humas.

Pengecekan dilakukan secara menyeluruh dan mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Pemeriksaan tidak hanya menyasar personel pelaksana, tetapi juga dilakukan secara berjenjang hingga pejabat dan personel yang bertugas di lingkungan Satresnarkoba.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Tolikara dalam menjaga integritas dan profesionalisme personel, terlebih Satresnarkoba merupakan satuan yang memiliki tugas utama dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

Kasi Propam Polres Tolikara IPTU Yohanis Pattipeilohy menegaskan bahwa pemeriksaan urine merupakan bagian dari upaya pencegahan sekaligus pengawasan internal agar seluruh personel Polri terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

«“Pengecekan urine ini merupakan langkah preventif dan bentuk pengawasan internal untuk memastikan seluruh personel Polres Tolikara, khususnya anggota yang bertugas dalam pemberantasan narkotika, benar-benar memiliki integritas dan tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika,” ujar IPTU Yohanis.»

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kedisiplinan serta membangun budaya organisasi yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

“Polri harus menjadi contoh bagi masyarakat. Karena itu, setiap personel wajib menjaga diri, disiplin, dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap seluruh personel yang menjalani tes urine, 20 personel dinyatakan NEGATIF terhadap zat atau indikasi narkotika. Tidak ditemukan adanya indikasi penggunaan narkotika berdasarkan hasil pemeriksaan urine yang dilakukan.

Seluruh personel juga mengikuti proses pemeriksaan dengan tertib dan kooperatif. Hasil pemeriksaan kemudian dicatat dan didokumentasikan oleh Si Propam sebagai bahan laporan serta evaluasi pimpinan.

Melalui kegiatan ini, Polres Tolikara menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat pengawasan internal, meningkatkan disiplin dan profesionalisme personel, serta menciptakan lingkungan kerja kepolisian yang bersih, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan pengecekan urine berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Penulis : Gunz

Continue Reading

Polres Tolikara

Patroli Humanis Polsek Karubaga, Wujudkan FERT 2026 Aman dan Kondusif

Published

on

By

Tolikara (Karubaga),Papua Pegunungan – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan Festival Etnik Religi Tolikara (FERT) Ke-I Tahun 2026, Polsek Karubaga melaksanakan patroli Kamtibmas di sejumlah wilayah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (12/08/2026).

Patroli tersebut merupakan langkah preventif Polri untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan FERT 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif.

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Karubaga melakukan pemantauan situasi di sejumlah titik serta berkoordinasi dengan personel pengamanan lainnya. Kehadiran anggota Polri di lapangan juga menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat agar dapat mengikuti rangkaian festival dengan rasa aman dan nyaman.

Kapolsek Karubaga IPDA Nikson P. Korwa, S.H., M.H., mengatakan bahwa patroli tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama pelaksanaan Festival Etnik Religi Tolikara. Patroli ini merupakan langkah antisipasi agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas,” ujar Kapolsek.

Personel juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, menghormati sesama serta segera menyampaikan kepada aparat keamanan apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan.

Polsek Karubaga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat selama seluruh rangkaian FERT 2026 berlangsung. Dengan sinergi antara aparat keamanan, panitia dan masyarakat, diharapkan Festival Etnik Religi Tolikara dapat menjadi momentum mempererat persaudaraan, kerukunan dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Tolikara.

Polri hadir untuk menjaga keamanan, memberikan rasa nyaman, dan mendukung setiap kegiatan masyarakat agar berlangsung aman dan damai.

Penulis : Gunz

Continue Reading

Trending