Waropen — Pemerintah Daerah Kabupaten Waropen bersama Polres Waropen menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan penuh khidmat dan rasa syukur. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri Waren, Kabupaten Waropen, Sabtu (5/9/2026), tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, Kapolres Waropen beserta Pejabat Utama (PJU) Polres Waropen, unsur TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Islam di Kabupaten Waropen.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Membangun Generasi Berkarakter dan Berakhlak Mulia untuk Memperkuat Persatuan Umat.”
Suasana khidmat dan religius terasa sepanjang kegiatan. Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Sdr. Azzahra Aminah dan Sdr. Siti Humairah, kemudian dilanjutkan dengan senandung sholawat yang dibawakan oleh personel Batalyon TP 860/NSK.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Hari Besar Islam Kabupaten Waropen, Jaelani AP., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengimplementasikan keteladanan Rasulullah SAW, khususnya sifat siddiq, amanah, fathanah, dan tabligh.
“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Tema ini sangat relevan dalam menghadapi tantangan generasi muda di era digital dan globalisasi. Mari kita bersama-sama membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia, serta memperkuat silaturahmi dan toleransi antarumat beragama demi menjaga kedamaian dan pembangunan Kabupaten Waropen,” ujar Jaelani.
Sementara itu, sambutan Bupati Waropen yang disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Thomas Marini, S.Pt., mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menyampaikan bahwa akhlak Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab, kepedulian, persaudaraan, dan persatuan, merupakan nilai penting yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberagaman agama, suku, dan budaya yang ada di Kabupaten Waropen merupakan kekuatan yang harus dijaga melalui persatuan, kerukunan, dan toleransi.
“Pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat. Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengamalkan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Waropen,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang mengulas keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam memimpin dan membangun masyarakat yang beradab. Peserta juga diajak untuk menerapkan nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah ditutup dengan doa bersama untuk memohon keselamatan, keberkahan, serta kemajuan Kabupaten Waropen. Kegiatan kemudian diakhiri dengan ramah tamah sebagai momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarjamaah.