Connect with us

Polda Papua Tengah

Personil Polres Mimika Ikuti Sosialisasi Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu (SPIT)

Published

on

Polda Papua Tengah – Polres Mimika. Bid Humas Polda Papua Tengah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu (SPIT) kepada personel Polres Mimika, Kamis (29/10/2026), bertempat di Ruang Vicon Polres Mimika, Mile 32.

Sosialisasi tersebut dipaparkan oleh Ipda Boby Dwi Putra, Kasubbag Renmin Bidang Humas Polda Papua Tengah, serta dihadiri Ipda Muhammad Tahir, Kasubbag Binkar Bag SDM Polres Mimika, Iptu M. Amir Rado, Kasi Humas Polres Mimika, Bripka Yefta Demetouw, Ps. Paur Mintu Bidang Humas Polda Papua Tengah, Bripda Richardo Siagian Ba Si Humas Polda Papua Tengah, 4 personel Humas Polres Mimika, serta 30 personel gabungan dari Bag, Sat, Sie, dan Polsek jajaran Polres Mimika.

Dalam paparan nya , Ipda Boby Dwi Putra menjelaskan fungsi dan manfaat SPIT sebagai sarana kerja terpadu untuk mendukung pengelolaan informasi dan pelaporan kehumasan. Sistem ini diharapkan mampu mempermudah pencatatan data kegiatan, pengelolaan dokumentasi, pemantauan status laporan, serta evaluasi pelaksanaan tugas kehumasan agar berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing personel dalam pengelolaan SPIT, mulai dari pengawasan dan pemeriksaan informasi oleh Kasi Humas, penginputan serta pembaruan data oleh operator, hingga penyediaan dokumentasi kegiatan dan pelaksanaan pembinaan serta evaluasi oleh Bidang Humas Polda Papua Tengah.

Materi sosialisasi juga menekankan pentingnya ketepatan data, kelengkapan identitas, kesesuaian waktu dan lokasi kegiatan, kualitas dokumentasi, etika publikasi, keamanan informasi, serta tertib administrasi dan pengarsipan. Setiap laporan harus berdasarkan fakta yang telah diverifikasi dan didukung dokumentasi yang sesuai sebelum dipublikasikan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai praktik pengisian SPIT, mulai dari penggunaan akun masing-masing, pemilihan menu laporan, penginputan data terverifikasi, pengunggahan dokumentasi, hingga pemeriksaan status laporan. Dengan demikian, personel diharapkan mampu mengoperasikan sistem tersebut dengan baik serta memahami langkah penanganan apabila menghadapi kendala teknis.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh personel Polres Mimika dan Polsek jajaran semakin memahami mekanisme pengelolaan informasi terpadu, meningkatkan kualitas pelaporan kehumasan, serta mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat secara cepat, dan akurat.

Continue Reading

Polda Papua Tengah

Ratusan Sopir Truk Datangi Polsek Kuala Kencana, Minta Perlindungan dan Solusi Persoalan Buruh Angkut Batu

Published

on

By

Polda Papua Tengah – Polres Mimika. Sekitar 100 sopir truk mendatangi Kantor Polsek Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan aspirasi sekaligus meminta perlindungan dan solusi dari pihak kepolisian terkait dugaan penghadangan, intimidasi, hingga pengerusakan kendaraan yang kerap terjadi saat aktivitas pengangkutan batu di sejumlah titik, khususnya Perempatan Jayanti. Kamis, 5/11/2026, pagi.

Aksi spontanitas yang berlangsung sekitar pukul 09.50 WIT tersebut diterima langsung oleh Kapolsek Kuala Kencana AKP Djemi Reinhard. Turut hadir Kabag Ops Polres Mimika AKP Yulius Harikatang, Kasubbag Dalops Polres Mimika AKP Y. Sera Ayatonai, Wakapolsek Kuala Kencana Ipda Eko Kurniawan, serta personel Polsek Kuala Kencana.

Dalam penyampaian aspirasinya, perwakilan sopir truk, Daud Lawa Padang, mengungkapkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir para sopir kerap mengalami intimidasi ketika mengambil buruh angkut batu di sejumlah lokasi, di antaranya SP3, sekitar Koramil, dan Perempatan Jayanti.

Menurutnya, para sopir selama ini telah memenuhi kewajiban pembayaran kepada pemilik lahan maupun buruh angkut sesuai kesepakatan. Namun, adanya tuntutan dari kelompok buruh di lokasi berbeda membuat para sopir kebingungan menentukan tempat pengambilan tenaga angkut yang aman.

“Kami tidak mempermasalahkan harga maupun kesepakatan yang berlaku. Kami hanya ingin mendapatkan kepastian dan jaminan keamanan agar bisa bekerja dengan tenang, tanpa adanya penghadangan, pelemparan, maupun pengerusakan kendaraan,” ungkap perwakilan sopir.

Para sopir juga menjelaskan bahwa terdapat empat kelompok buruh angkut batu yang beroperasi di wilayah Mimika, yakni kelompok Bundaran SP2 dari Suku Kamoro, kelompok SP3 dari Suku Dani, kelompok Perempatan Kuala Kencana dari Suku Dani, serta kelompok Perempatan Jayanti yang terdiri dari masyarakat Suku Moni dan Suku Dani.

Keempat kelompok tersebut dinilai belum memiliki koordinasi terpadu. Kondisi ini diduga memicu kecemburuan antarkelompok ketika sopir truk memilih menggunakan jasa buruh dari salah satu titik, sehingga berpotensi menimbulkan perselisihan, penghadangan, hingga tindakan pengerusakan kendaraan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolsek Kuala Kencana AKP Djemi Reinhard menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta tidak menginginkan adanya tindakan intimidasi maupun kekerasan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kepala Kampung Mimika Ginung dan Kepala Kampung Pioka Kencana untuk bersama-sama mencari solusi, khususnya dalam mengantisipasi keterlibatan anak-anak muda yang kerap terpengaruh minuman keras dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk pihak distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Kami juga mendorong terbentuknya wadah atau organisasi buruh agar aktivitas di lapangan dapat dikoordinasikan dengan baik,” Ujar AKP Djemi Reinhard.

Kapolsek juga mengimbau para sopir agar tidak memaksakan diri memasuki lokasi apabila situasi dinilai tidak aman. Apabila menemukan tindakan penghadangan, pelemparan, intimidasi, maupun pengerusakan kendaraan, para sopir diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Mimika AKP Yulius Harikatang menyampaikan perlunya pendataan menyeluruh terhadap seluruh kelompok buruh angkut batu, termasuk koordinator dan anggota masing-masing kelompok. Menurutnya, langkah tersebut penting agar penyelesaian persoalan tidak hanya melibatkan perwakilan kelompok, tetapi juga dapat menjangkau seluruh pihak yang beraktivitas di lapangan.

Ia juga meminta para sopir dan kepala pangkalan untuk mengutamakan keselamatan serta tidak memaksakan aktivitas apabila terdapat potensi gangguan keamanan.

Sebagai langkah penyelesaian, pihak kepolisian akan menjadwalkan pertemuan mediasi dengan melibatkan seluruh kelompok buruh angkut batu, perwakilan sopir dari masing-masing pangkalan, tokoh adat, kepala kampung, serta pihak terkait lainnya.

“Kami akan memfasilitasi mediasi dengan melibatkan seluruh kelompok buruh angkut batu, para sopir, tokoh adat, dan pihak terkait untuk mencari solusi bersama. Kami juga mengimbau seluruh pihak agar menahan diri, tidak melakukan tindakan anarkis, serta mengutamakan keamanan dan ketertiban sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan aman dan lancar.” ucap AKP Yulius Harikatang.

Dalam pertemuan tersebut nantinya akan dibahas sejumlah hal, antara lain penentuan lokasi khusus pengambilan buruh angkut batu, mekanisme pembagian giliran kerja, keseragaman harga batu, jarak pengangkutan, serta pembentukan sistem koordinasi agar tidak terjadi perselisihan antarkelompok.

Sekitar pukul 10.35 WIT, setelah mendengarkan arahan dan penjelasan dari pihak kepolisian, para sopir truk meninggalkan halaman Kantor Polsek Kuala Kencana untuk kembali ke pangkalan masing-masing. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.

Melalui langkah koordinasi dan mediasi tersebut, Polres Mimika bersama Polsek Kuala Kencana berharap persoalan antara kelompok buruh angkut batu dan para sopir truk dapat diselesaikan secara damai, sehingga aktivitas perekonomian masyarakat tetap berjalan dan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Mimika senantiasa aman serta kondusif.

Continue Reading

Polda Papua Tengah

‎Polsek Mimika Baru Berhasil Amankan Salah Satu Pelaku Pengrusakan Rumah di Masbait

Published

on

By

Polda Papua Tengah – Polres Mimika.
Kasus tindak pidana pengrusakan rumah yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di Jalan Poros Timika Mapurujaya lorong Masbait Kelurahan Inauga Distrik Wania Kabupaten Mimika, Minggu (25/10/26) sore hari telah dilaporkan secara resmi oleh pihak Korban di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Sektor Mimika Baru.
‎
‎Atas kejadian tersebut dan merasakan dirugikan maka Korban Berinisial A.A.T
langsung melaporkan secara resmi di SPKT Polsek Mimika Baru dengan nomor : LP / 197 / X / 2026 / SPKT / POLSEK MIMIKA BARU / POLRES MIMIKA / POLDA PAPUA TENGAH. tanggal, 25 Oktober 2026.
‎
‎Menindaklanjuti laporan tersebut Polsek Mimika Baru melalui tim opsnal Polsek Mimika Baru langsung melakukan pengembangan dilapangan dan berhasil meringkus serta mengamankan salah satu pelaku berinisial K.H. , dari kelompok yang melakukan pengrusakan, pada kamis (29/10/26).
‎
‎Sedangkan untuk keempat pelaku lainnya masih dilakukan pendalaman dan pengembangan dilapangan mengingat disinyalir telah kabur setelah melakukan aksinya.
‎
‎Kapolsek Mimika Baru AKP Boby Pratama, S.T.K  , dalam pernyataannya membenarkan penangkapan salah satu pelaku pengrusakan yang dilakukan oleh tim opsnal.
‎
‎”Benar tim opsnal telah berhasil meringkus salah satu pelaku pengrusakan rumah di lorong Masbait dan untuk keempat pelaku lainnya telah kabur yang saat ini masih dilakukan pendalaman serta pengembangan di lapangan” Jelas AKP Boby, Rabu (04/11/26).
‎
‎Pada saat Pelaku K.H diringkus berhasil pula diamankan Barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan pada saat melakukan aksinya dan selain itu dikuatkan pula dengan rekaman video pada saat pelaku beraksi melalui camera HP merk Xiomi Tipe Redmi 14 C.
‎
‎Perlu diketahui, aksi pengrusakan rumah yang dilakukan oleh Pelaku CS ini disinyalir sebelumnya ada permasalahan internal yang mana pada saat sebelum melakukan aksi pengrusakan sempat mencari salah satu keluarga korban namun tidak ditemukan.
‎
‎Atas hal tersebut, sebagai bentuk rasa kekecewaan pelaku CS yang dalam kondisi terpengaruh minuman beralkohol dengan membawa senjata tajam berupa barang melakukan aksi pengrusakan terhadap rumah korban.
‎
‎Kapolsek Mimika Baru menegaskan akan terus selalu kooperatif dalam pengungkapan kasus pengrusakan ini serta akan terus mengawal hingga tuntas proses hukum sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Continue Reading

Polda Papua Tengah

Wakapolres Mimika Sambangi Tokoh Masyarakat Amungme, Perkuat Komunikasi dan Sinergi Jaga Kamtibmas

Published

on

By

Polda Papua Tengah – Polres Mimika.
Dalam upaya mempererat hubungan silaturahmi serta membangun komunikasi yang harmonis antara Polri dan masyarakat, Wakapolres Mimika Kompol J. Limbong, S.H., melaksanakan tatap muka dan menyambangi tokoh masyarakat Suku Amungme, Bapak Obaja Magal, di kediamannya yang berlokasi di Jalan Irigasi RT 18, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung tersebut turut dihadiri Wakapolsek Mimika Baru Iptu Ignatius Bari Sare, Kanit Intel Polsek Mimika Baru Ipda Usman, Kanit Sabhara Polsek Mimika Baru Ipda Yudik Subandrio Istanto, S.S., serta sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan kepala suku.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Mimika Kompol J. Limbong, S.H., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk membangun komunikasi secara langsung dengan para tokoh masyarakat.

Wakapolres Mimika mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Mimika.

“Kami dari pihak Kepolisian hadir untuk bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan masyarakat. Apabila ada permasalahan atau kejadian menonjol di lingkungan, silakan langsung menghubungi kami. Jangan mengambil tindakan sendiri atau main hakim sendiri. Cukup hubungi Call Center 110, kami akan datang dan menindaklanjuti,” ujar Wakapolres.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar dapat mengendalikan emosi dan mengedepankan penyelesaian masalah melalui komunikasi serta jalur hukum yang berlaku.

Sementara itu, tokoh masyarakat Suku Amungme, Obaja Magal, menyambut baik kehadiran Wakapolres Mimika bersama jajaran. Ia menyampaikan bahwa kerja sama antara masyarakat, kepolisian dan pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Kabupaten Mimika.

Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada Kepala Suku di Tsinga, Bapak Yoab Beanal.

Kegiatan tatap muka ini mendapat respon positif dari para tokoh masyarakat. Kehadiran langsung Wakapolres Mimika di tengah masyarakat menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam membangun kedekatan, memperkuat komunikasi serta mendengarkan aspirasi masyarakat.

Continue Reading

Trending