Connect with us

Polda Papua

Polda Papua Teguhkan Komitmen Tata Kelola Profesional melalui Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II 2026

Published

on

Jayapura – Kepolisian Daerah Papua meneguhkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel melalui Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II Tahun Anggaran 2026 yang meliputi aspek pelaksanaan dan pengendalian serta audit dengan tujuan tertentu terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU) pada satuan kerja dan Polres/Ta jajaran Polda Papua.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rastra Samara Mapolda Papua, Kamis (20/08/2026), dan dihadiri langsung Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, S.I.K., M.H., para PJU Polda Papua, Kapolres/Ta jajaran, serta Kasubag Renmin Satker Polda Papua.

Turut hadir Tim Itwasum Polri yang dipimpin Auditor Kepolisian Utama Tingkat I Itwasum Polri Irjen Pol. Imam Thabroni, S.I.K., M.H., bersama Irwil I Itwasum Polri Brigjen Pol. Mansjur, S.H., S.I.K., Ketua Tim Audit Kombes Pol. Arif Budi Winova, S.I.K., M.Si., serta anggota Tim Audit Itwasum Polri.

Dalam sambutannya, Kapolda Papua menyampaikan bahwa audit kinerja dan audit dengan tujuan tertentu merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh pelaksanaan tugas organisasi berjalan sesuai perencanaan, ketentuan, peraturan perundang-undangan, serta prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

“Polda Papua memiliki kekhususan dalam pelaksanaan tugas. Kondisi geografis, demografis, serta karakteristik masyarakat Papua menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh personel dalam melaksanakan tugas, mulai dari wilayah pegunungan, lembah hingga wilayah pesisir,” ujar Kapolda Papua.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas di lapangan dan munculnya temuan dalam audit, termasuk temuan yang berulang. Untuk itu, seluruh temuan harus diterima sebagai bagian dari evaluasi dan pembelajaran organisasi guna mendorong perbaikan secara berkelanjutan.

Kapolda Papua juga menegaskan bahwa kehadiran Tim Audit Itwasum Polri merupakan momentum penting untuk memperkuat fungsi pengawasan internal sekaligus meningkatkan akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, dan kualitas tata kelola organisasi Polri.

Ia turut menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko dalam setiap pelaksanaan tugas, khususnya pada kegiatan operasional yang memiliki tingkat risiko tinggi. Menurutnya, setiap satuan kerja perlu mampu mengidentifikasi potensi risiko, menilai dampaknya, serta menyiapkan langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko maupun korban dalam pelaksanaan tugas.

Terkait pengelolaan PNBP dan BLU, Kapolda Papua meminta seluruh satuan kerja untuk melaksanakan pengelolaan secara tertib, transparan, dan akuntabel, mulai dari proses penerimaan, pencatatan, penatausahaan, pelaporan hingga pertanggungjawaban. Pengawasan berjenjang dan pengawasan melekat oleh pimpinan satuan kerja juga harus terus ditingkatkan.

“Jangan sampai pengelolaan PNBP dan BLU hanya menjadi urusan pejabat atau personel tertentu. Para pimpinan satuan kerja harus memahami dan mengetahui bagaimana pengelolaan PNBP dan BLU dilaksanakan di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Kapolda Papua kemudian menginstruksikan seluruh satuan kerja dan satuan operasional agar memberikan akses yang luas kepada Tim Audit terhadap data, dokumen, dan informasi yang diperlukan, menyampaikan data secara lengkap dan tepat waktu, bersikap terbuka serta profesional selama pemeriksaan, menindaklanjuti setiap arahan dan rekomendasi, serta menyelesaikan tindak lanjut hasil audit secara tepat waktu agar temuan yang sama tidak kembali muncul.

Kapolda juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak lengah meskipun Polda Papua telah mampu mempertahankan capaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Menurutnya, capaian tersebut harus diikuti dengan peningkatan kepatuhan, penguatan pengawasan, dan perbaikan kualitas pengelolaan organisasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Auditor Kepolisian Utama Tingkat I Itwasum Polri Irjen Pol. Imam Thabroni menyampaikan bahwa audit bukan semata-mata kegiatan untuk mencari kesalahan, melainkan instrumen manajemen untuk memastikan setiap program dan kegiatan organisasi berjalan efektif, efisien, ekonomis, transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan audit, pengelolaan PNBP dan BLU harus dikaitkan dengan Rencana Kerja Polda Papua Tahun 2026, sasaran prioritas, indikator kinerja, target kinerja, serta tugas dan fungsi organisasi.

“Tim Audit tidak melihat pengelolaan PNBP dan BLU sebagai kegiatan yang berdiri sendiri, tetapi harus dikaitkan dengan Rencana Kerja Polda Papua Tahun 2026, sasaran prioritas, indikator kinerja, target kinerja, serta tugas dan fungsi organisasi,” jelas Irjen Pol. Imam.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Imam juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polda Papua atas berbagai upaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Papua. Ia menilai keberhasilan pelaksanaan tugas operasional harus berjalan seiring dengan ketepatan administrasi dan tata kelola organisasi.

Audit juga diarahkan untuk memastikan pengelolaan PNBP dan BLU berjalan sesuai ketentuan, mulai dari proses perencanaan, penerimaan, pencatatan, pengelolaan pendapatan dan belanja, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban. Selain itu, audit akan melihat efektivitas pengendalian internal serta pemanfaatan PNBP dan BLU dalam mendukung peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.

Irjen Pol. Imam menegaskan bahwa pelaksanaan audit di Polda Papua diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk mengidentifikasi berbagai potensi perbaikan dan memastikan tata kelola organisasi berjalan semakin baik.

“Kami hadir bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, tetapi untuk bersama-sama melihat ruang perbaikan dan memastikan tata kelola organisasi dapat berjalan semakin baik,” ungkapnya.

Continue Reading

Polda Papua

Polda Papua Siaga Karhutla, Pembakaran Lahan Sembarangan Ditindak Tegas

Published

on

By

Jayapura – Polda Papua terus meningkatkan langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak yang dapat ditimbulkan akibat kebakaran.

Langkah antisipasi dilakukan dengan memperkuat deteksi dini, melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya Karhutla serta meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam merespons apabila ditemukan adanya titik api maupun aktivitas pembakaran lahan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan pencegahan Karhutla membutuhkan perhatian bersama, terutama karena kebakaran yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas apabila tidak segera ditangani.

“Karhutla ini menjadi perhatian kita bersama. Polri terus melakukan langkah-langkah pencegahan melalui deteksi dini dan pemantauan di lapangan. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian melakukan deteksi dini. Apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian maupun aparat terkait.

“Informasi dari masyarakat sangat membantu. Semakin cepat kita mengetahui adanya titik api, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan sehingga api tidak sampai meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” jelasnya.

Selain melakukan pencegahan, Polda Papua juga menegaskan akan mengambil langkah hukum apabila ditemukan adanya pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan dengan sengaja maupun memenuhi unsur tindak pidana.

Kombes Pol. Cahyo mengatakan, langkah penegakan hukum dilakukan sebagai upaya memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya pembakaran lahan yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan.

“Pencegahan tetap menjadi langkah utama, tetapi apabila dalam penanganan di lapangan ditemukan adanya unsur tindak pidana, tentu akan dilakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami tidak ingin ada pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran dan kemudian membahayakan masyarakat maupun lingkungan,” tegasnya.

Polda Papua juga mengingatkan masyarakat yang hendak membuka atau membersihkan lahan agar tidak menggunakan cara membakar, terlebih pada kondisi cuaca dan lingkungan yang dapat menyebabkan api mudah menyebar.

Kabid Humas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi Karhutla di wilayah masing-masing.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita cegah Karhutla sejak dini, jangan membuka lahan dengan cara membakar dan segera laporkan apabila melihat adanya kebakaran atau aktivitas yang mencurigakan. Dengan kerja sama antara masyarakat, Polri dan seluruh pihak terkait, potensi Karhutla dapat kita cegah bersama,” pungkasnya.

Polda Papua berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini dan penanganan Karhutla guna menciptakan situasi yang aman sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Tanah Papua.

Continue Reading

Polda Papua

Semangat Haornas, Kapolda Papua Dorong Personel Jaga Kesehatan dan Kebugaran

Published

on

By

Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., memimpin Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Apel Mako Polda Papua Baru, Koya Koso, Rabu (9/9/2026).

Upacara tersebut diikuti para pejabat utama dan personel Polda Papua. Suasana berlangsung tertib dan khidmat, sekaligus menjadi momentum bagi seluruh personel untuk kembali mengingat pentingnya olahraga dalam menjaga kesehatan dan kebugaran.

Dalam kegiatan tersebut, Komandan Upacara dijabat oleh Kasubbid Pid Bid Humas Polda Papua Kompol Nurjanah, S.Sos., M.M. Rangkaian upacara diisi dengan pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan Pancasila, sejarah singkat Hari Olahraga Nasional, amanat upacara hingga doa.

Peringatan Haornas tahun ini menjadi kesempatan untuk mengajak seluruh personel agar tidak mengabaikan kesehatan di tengah pelaksanaan tugas sehari-hari. Kondisi fisik yang sehat tentu menjadi salah satu penunjang dalam menjalankan tugas kepolisian, terlebih personel dituntut selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda Papua mengatakan olahraga tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk kegiatan yang berat. Menurutnya, yang terpenting adalah membangun kebiasaan untuk menjaga kebugaran tubuh sehingga personel tetap sehat dan siap melaksanakan tugas.

“Yang paling penting kita mau menjaga kesehatan dan kebugaran. Kalau badan sehat, tentu kita bisa menjalankan tugas dengan lebih baik dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Irjen Pol. Patrige R. Renwarin.

Selain menjaga kesehatan, Kapolda juga mengingatkan agar semangat kebersamaan terus dibangun di lingkungan Polda Papua. Menurutnya, olahraga dapat menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan dan kekompakan antarpersonel.

“Mari kita manfaatkan momentum Haornas ini untuk terus menjaga kebugaran sekaligus memperkuat kebersamaan. Dengan personel yang sehat dan kompak, pelaksanaan tugas juga akan semakin baik,” tambahnya.

Upacara Peringatan Haornas ke-43 Tahun 2026 di Polda Papua berlangsung aman dan lancar. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong seluruh personel untuk lebih peduli terhadap kesehatan serta menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Continue Reading

Polda Papua

Polda Papua Rayakan Hari Jadi ke-78 Polwan, Teguhkan Kiprah Srikandi Bhayangkara di Tanah Papua

Published

on

By

Jayapura – Polda Papua menggelar syukuran Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia Tahun 2026 dengan mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”, di Hotel Mercure Jayapura, Selasa (08/09/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dengan mengikuti syukuran terpusat bersama Mabes Polri melalui Zoom Meeting, kemudian dilanjutkan dengan syukuran internal Polda Papua yang dihadiri Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.H., didampingi Ibu Asuh Polwan Polda Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin serta para pejabat utama Polda Papua dan jajaran.

Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur sekaligus merefleksikan perjalanan panjang pengabdian Polisi Wanita Republik Indonesia dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam rangkaian syukuran terpusat bersama Mabes Polri, disampaikan bahwa tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” menjadi semangat bagi setiap Polwan untuk terus memberikan kontribusi dan dampak positif melalui pengabdian yang profesional, humanis, dan berintegritas.

Peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 juga diwarnai dengan berbagai kegiatan sosial dan edukatif, mulai dari aksi bersih lingkungan, bakti kesehatan, anjangsana kepada senior dan purnawirawan Polwan, edukasi kesehatan mental hingga program Polwan Go to School sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan generasi muda.

Usai mengikuti kegiatan terpusat, Polda Papua melanjutkan syukuran internal yang diawali dengan penayangan selayang pandang kiprah dan eksistensi Polwan Polda Papua dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di Tanah Papua.

Dalam sambutannya, Ibu Asuh Polwan Polda Papua menyampaikan bahwa perjalanan 78 tahun Polwan merupakan perjalanan panjang yang penuh pengabdian, perjuangan, pengorbanan, prestasi, dan keteladanan.

Menurutnya, Polwan saat ini bukan hanya menjadi bagian pelengkap dalam institusi Polri, melainkan telah berkembang menjadi salah satu pilar penting yang turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Di Tanah Papua, Polwan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya melalui pendekatan yang humanis dengan memahami keberagaman adat, budaya, dan karakter masyarakat,” ucap Ny. Nova.

Ia menegaskan bahwa tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” harus menjadi pengingat bahwa setiap Polwan memiliki kesempatan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai bentuk pelayanan dan pengabdian.

“Dampak besar tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat hadir melalui kepedulian, pelayanan, pendampingan, trauma healing, pendidikan, dan tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Asuh Polwan Polda Papua juga mengingatkan seluruh personel Polwan untuk terus menjaga integritas, kehormatan diri, keluarga, dan institusi serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan berbagai dinamika tugas.

Selain itu, Polwan Polda Papua diharapkan mampu menjadi pembawa kedamaian atau agent of peace dengan mengedepankan pendekatan humanis, tanpa mengabaikan ketegasan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Dalam arahannya, Kapolda Papua menekankan pentingnya setiap anggota Polri, khususnya Polwan, untuk memahami dan menjadikan etika sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas.

Kapolda Papua menyampaikan bahwa terdapat empat etika yang harus dipahami dan diterapkan oleh setiap anggota Polri, yakni etika kenegaraan, etika kelembagaan, etika kemasyarakatan, dan etika kepribadian.

Selain itu, seluruh personel juga diingatkan untuk memahami dan menaati Kode Etik Profesi Polri sebagai landasan dalam menjaga kehormatan, integritas, dan profesionalisme institusi.

Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan diharapkan menjadi momentum bagi seluruh Polwan Polda Papua untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat solidaritas, serta menjawab setiap kepercayaan yang diberikan melalui kinerja dan pengabdian terbaik.

Dengan semangat “One Police Woman, Extraordinary Impact”, Polwan Polda Papua diharapkan terus tampil sebagai Srikandi Bhayangkara yang profesional, humanis, dan berintegritas serta mampu menghadirkan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat di Tanah Papua.

Continue Reading

Trending