Connect with us

Polda Papua

Polda Papua Tingkatkan Pemahaman Personel melalui Kegiatan Intro to IPSC Range Officer

Published

on

Jayapura – Polda Papua terus mendorong peningkatan pengetahuan, profesionalisme, dan pemahaman personel terhadap standar pelaksanaan olahraga menembak melalui kegiatan Intro to IPSC Range Officer yang membahas RO Objectives, Scoring System, dan Handgun Divisions, Senin (07/09/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Biro Logistik Lantai 1 Polda Papua tersebut diikuti langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Papua.

Turut hadir Karo Logistik Polda Papua Kombes Pol. Dafcoriza, S.I.K., M.Sc., Dir Reskrimsus Polda Papua Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., Dirressiber Polda Papua Kombes Pol. Syamsurijal, S.I.K., Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol. Eko Yudi Karyanto, S.I.K., Ka SPN Jayapura Kombes Pol. Andreas Luhut Jaya Tampubolon, S.I.K., M.K.P., serta Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasda Polda Papua Kombes Pol. Alfred Ramses Sianipar, S.I.K., M.H.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan dan pembekalan awal mengenai dasar-dasar pelaksanaan olahraga menembak International Practical Shooting Confederation (IPSC), khususnya terkait peran dan tanggung jawab Range Officer dalam memastikan setiap tahapan kegiatan berlangsung aman, tertib, profesional, dan sesuai ketentuan.

Karo Logistik Polda Papua Kombes Pol. Dafcoriza menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap tata kelola dan standar pelaksanaan olahraga menembak, khususnya dalam aspek keselamatan, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap aturan.

“Dalam olahraga menembak, keselamatan harus menjadi prioritas utama. Setiap personel harus memahami aturan, prosedur, serta tanggung jawab masing-masing sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan profesional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap tugas Range Officer tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengawasi jalannya pertandingan, tetapi juga membutuhkan ketelitian, ketegasan, objektivitas, serta kemampuan mengambil keputusan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Seorang Range Officer harus mampu menjalankan tugas secara objektif dan konsisten. Karena itu, pemahaman terhadap scoring system, klasifikasi handgun divisions, maupun penggunaan perlengkapan harus benar-benar dikuasai,” jelasnya.

Menurutnya, pembekalan tersebut diharapkan dapat memberikan dasar pengetahuan yang baik bagi peserta sekaligus mendukung terciptanya pelaksanaan olahraga menembak yang mengedepankan keselamatan, profesionalisme dan sportivitas.

Dalam materi RO Objectives, peserta mendapatkan pemahaman mengenai fungsi, tugas, dan tanggung jawab Range Officer dalam pelaksanaan pertandingan IPSC. Seorang Range Officer dituntut mampu memberikan instruksi secara tepat, mengawasi jalannya pertandingan, memastikan keamanan area range, serta mengambil tindakan yang diperlukan apabila ditemukan pelanggaran terhadap prosedur maupun ketentuan keselamatan.

Selain itu, ditekankan pula pentingnya sikap profesional, objektif, konsisten, dan tidak memihak dalam menjalankan tugas sebagai Range Officer. Hal tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga pelaksanaan pertandingan agar berjalan tertib dan menjunjung tinggi sportivitas.

Materi berikutnya membahas Scoring System atau sistem penilaian. Peserta diberikan pemahaman mengenai mekanisme perhitungan hasil pertandingan, ketepatan sasaran, waktu pelaksanaan, serta berbagai faktor yang menjadi bagian dalam proses penilaian.

Pemahaman terhadap sistem penilaian dinilai penting bagi seorang Range Officer agar proses pencatatan dan penghitungan hasil dapat dilakukan secara tepat, transparan, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Ketelitian dalam melakukan pencatatan hasil serta pengawasan terhadap sasaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan tugas tersebut.

Sementara itu, materi Handgun Divisions memberikan pemahaman mengenai pembagian kategori atau division senjata handgun dalam olahraga menembak IPSC. Peserta diperkenalkan dengan klasifikasi kategori serta karakteristik umum masing-masing division, termasuk pentingnya memastikan kesesuaian perlengkapan dan senjata yang digunakan dengan kategori pertandingan.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Papua menekankan bahwa pemahaman terhadap aturan, prosedur keselamatan, dan standar pelaksanaan menjadi hal mendasar dalam setiap kegiatan olahraga menembak.

Kegiatan Intro to IPSC Range Officer juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan Polda Papua terhadap peningkatan pengetahuan dan pemahaman personel mengenai standar pelaksanaan olahraga menembak, sehingga setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara profesional, objektif, aman, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Continue Reading

Polda Papua

Polda Papua Siaga Karhutla, Pembakaran Lahan Sembarangan Ditindak Tegas

Published

on

By

Jayapura – Polda Papua terus meningkatkan langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak yang dapat ditimbulkan akibat kebakaran.

Langkah antisipasi dilakukan dengan memperkuat deteksi dini, melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya Karhutla serta meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam merespons apabila ditemukan adanya titik api maupun aktivitas pembakaran lahan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan pencegahan Karhutla membutuhkan perhatian bersama, terutama karena kebakaran yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas apabila tidak segera ditangani.

“Karhutla ini menjadi perhatian kita bersama. Polri terus melakukan langkah-langkah pencegahan melalui deteksi dini dan pemantauan di lapangan. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian melakukan deteksi dini. Apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian maupun aparat terkait.

“Informasi dari masyarakat sangat membantu. Semakin cepat kita mengetahui adanya titik api, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan sehingga api tidak sampai meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” jelasnya.

Selain melakukan pencegahan, Polda Papua juga menegaskan akan mengambil langkah hukum apabila ditemukan adanya pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan dengan sengaja maupun memenuhi unsur tindak pidana.

Kombes Pol. Cahyo mengatakan, langkah penegakan hukum dilakukan sebagai upaya memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya pembakaran lahan yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan.

“Pencegahan tetap menjadi langkah utama, tetapi apabila dalam penanganan di lapangan ditemukan adanya unsur tindak pidana, tentu akan dilakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami tidak ingin ada pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran dan kemudian membahayakan masyarakat maupun lingkungan,” tegasnya.

Polda Papua juga mengingatkan masyarakat yang hendak membuka atau membersihkan lahan agar tidak menggunakan cara membakar, terlebih pada kondisi cuaca dan lingkungan yang dapat menyebabkan api mudah menyebar.

Kabid Humas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi Karhutla di wilayah masing-masing.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita cegah Karhutla sejak dini, jangan membuka lahan dengan cara membakar dan segera laporkan apabila melihat adanya kebakaran atau aktivitas yang mencurigakan. Dengan kerja sama antara masyarakat, Polri dan seluruh pihak terkait, potensi Karhutla dapat kita cegah bersama,” pungkasnya.

Polda Papua berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini dan penanganan Karhutla guna menciptakan situasi yang aman sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Tanah Papua.

Continue Reading

Polda Papua

Semangat Haornas, Kapolda Papua Dorong Personel Jaga Kesehatan dan Kebugaran

Published

on

By

Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., memimpin Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Apel Mako Polda Papua Baru, Koya Koso, Rabu (9/9/2026).

Upacara tersebut diikuti para pejabat utama dan personel Polda Papua. Suasana berlangsung tertib dan khidmat, sekaligus menjadi momentum bagi seluruh personel untuk kembali mengingat pentingnya olahraga dalam menjaga kesehatan dan kebugaran.

Dalam kegiatan tersebut, Komandan Upacara dijabat oleh Kasubbid Pid Bid Humas Polda Papua Kompol Nurjanah, S.Sos., M.M. Rangkaian upacara diisi dengan pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan Pancasila, sejarah singkat Hari Olahraga Nasional, amanat upacara hingga doa.

Peringatan Haornas tahun ini menjadi kesempatan untuk mengajak seluruh personel agar tidak mengabaikan kesehatan di tengah pelaksanaan tugas sehari-hari. Kondisi fisik yang sehat tentu menjadi salah satu penunjang dalam menjalankan tugas kepolisian, terlebih personel dituntut selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda Papua mengatakan olahraga tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk kegiatan yang berat. Menurutnya, yang terpenting adalah membangun kebiasaan untuk menjaga kebugaran tubuh sehingga personel tetap sehat dan siap melaksanakan tugas.

“Yang paling penting kita mau menjaga kesehatan dan kebugaran. Kalau badan sehat, tentu kita bisa menjalankan tugas dengan lebih baik dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Irjen Pol. Patrige R. Renwarin.

Selain menjaga kesehatan, Kapolda juga mengingatkan agar semangat kebersamaan terus dibangun di lingkungan Polda Papua. Menurutnya, olahraga dapat menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan dan kekompakan antarpersonel.

“Mari kita manfaatkan momentum Haornas ini untuk terus menjaga kebugaran sekaligus memperkuat kebersamaan. Dengan personel yang sehat dan kompak, pelaksanaan tugas juga akan semakin baik,” tambahnya.

Upacara Peringatan Haornas ke-43 Tahun 2026 di Polda Papua berlangsung aman dan lancar. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong seluruh personel untuk lebih peduli terhadap kesehatan serta menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Continue Reading

Polda Papua

Polda Papua Rayakan Hari Jadi ke-78 Polwan, Teguhkan Kiprah Srikandi Bhayangkara di Tanah Papua

Published

on

By

Jayapura – Polda Papua menggelar syukuran Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia Tahun 2026 dengan mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”, di Hotel Mercure Jayapura, Selasa (08/09/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dengan mengikuti syukuran terpusat bersama Mabes Polri melalui Zoom Meeting, kemudian dilanjutkan dengan syukuran internal Polda Papua yang dihadiri Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.H., didampingi Ibu Asuh Polwan Polda Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin serta para pejabat utama Polda Papua dan jajaran.

Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur sekaligus merefleksikan perjalanan panjang pengabdian Polisi Wanita Republik Indonesia dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam rangkaian syukuran terpusat bersama Mabes Polri, disampaikan bahwa tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” menjadi semangat bagi setiap Polwan untuk terus memberikan kontribusi dan dampak positif melalui pengabdian yang profesional, humanis, dan berintegritas.

Peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 juga diwarnai dengan berbagai kegiatan sosial dan edukatif, mulai dari aksi bersih lingkungan, bakti kesehatan, anjangsana kepada senior dan purnawirawan Polwan, edukasi kesehatan mental hingga program Polwan Go to School sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan generasi muda.

Usai mengikuti kegiatan terpusat, Polda Papua melanjutkan syukuran internal yang diawali dengan penayangan selayang pandang kiprah dan eksistensi Polwan Polda Papua dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di Tanah Papua.

Dalam sambutannya, Ibu Asuh Polwan Polda Papua menyampaikan bahwa perjalanan 78 tahun Polwan merupakan perjalanan panjang yang penuh pengabdian, perjuangan, pengorbanan, prestasi, dan keteladanan.

Menurutnya, Polwan saat ini bukan hanya menjadi bagian pelengkap dalam institusi Polri, melainkan telah berkembang menjadi salah satu pilar penting yang turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Di Tanah Papua, Polwan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya melalui pendekatan yang humanis dengan memahami keberagaman adat, budaya, dan karakter masyarakat,” ucap Ny. Nova.

Ia menegaskan bahwa tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” harus menjadi pengingat bahwa setiap Polwan memiliki kesempatan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai bentuk pelayanan dan pengabdian.

“Dampak besar tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat hadir melalui kepedulian, pelayanan, pendampingan, trauma healing, pendidikan, dan tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Asuh Polwan Polda Papua juga mengingatkan seluruh personel Polwan untuk terus menjaga integritas, kehormatan diri, keluarga, dan institusi serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan berbagai dinamika tugas.

Selain itu, Polwan Polda Papua diharapkan mampu menjadi pembawa kedamaian atau agent of peace dengan mengedepankan pendekatan humanis, tanpa mengabaikan ketegasan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Dalam arahannya, Kapolda Papua menekankan pentingnya setiap anggota Polri, khususnya Polwan, untuk memahami dan menjadikan etika sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas.

Kapolda Papua menyampaikan bahwa terdapat empat etika yang harus dipahami dan diterapkan oleh setiap anggota Polri, yakni etika kenegaraan, etika kelembagaan, etika kemasyarakatan, dan etika kepribadian.

Selain itu, seluruh personel juga diingatkan untuk memahami dan menaati Kode Etik Profesi Polri sebagai landasan dalam menjaga kehormatan, integritas, dan profesionalisme institusi.

Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan diharapkan menjadi momentum bagi seluruh Polwan Polda Papua untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat solidaritas, serta menjawab setiap kepercayaan yang diberikan melalui kinerja dan pengabdian terbaik.

Dengan semangat “One Police Woman, Extraordinary Impact”, Polwan Polda Papua diharapkan terus tampil sebagai Srikandi Bhayangkara yang profesional, humanis, dan berintegritas serta mampu menghadirkan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat di Tanah Papua.

Continue Reading

Trending