Polda Papua – Polres Biak Numfor – Polres Biak Numfor menyiagakan sebanyak 130 personel dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Biak Numfor sejak pekan lalu.
Wakapolres Biak Numfor Kompol Mika Rumbrapuk mengatakan, ratusan personel tersebut berasal dari berbagai satuan dan dibagi dalam dua shift untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya di wilayah Yendidori dan sekitarnya.
Selain mengerahkan personel, Polres Biak Numfor juga menyiagakan satu unit kendaraan water cannon untuk membantu proses pemadaman apabila ditemukan titik api.
“Mewakili Kapolres Biak Numfor, kami menyampaikan bahwa personel yang kami libatkan dalam tim satgas penanganan karhutla sebanyak 130 personel yang dibagi dalam dua shift dan ditempatkan di wilayah Yendidori bersama satu unit water cannon yang standby,” ujar Kompol Mika Rumbrapuk, Senin (24/8/2026).
Menurut Wakapolres, sejumlah titik api di wilayah Yendidori telah berhasil ditangani melalui penyemprotan menggunakan water cannon. Dukungan kendaraan tangki air juga sangat membantu memastikan ketersediaan pasokan air selama proses pemadaman berlangsung.
“Titik api di sejumlah tempat di Yendidori dapat dipadamkan dengan air yang disemprot menggunakan water cannon. Selain itu, suplai air dari mobil tangki juga sangat membantu proses pemadaman,” jelasnya.
Dalam penanganan karhutla, tim gabungan dibagi ke dalam beberapa zona untuk mempercepat respons terhadap munculnya titik api. Wilayah Yendidori dan sekitarnya ditangani personel Polres Biak Numfor dengan dukungan satu unit water cannon, sedangkan wilayah Darfuar ditangani personel Brimob yang juga didukung kendaraan water cannon.
Sementara wilayah Biak Timur dan sekitarnya ditangani bersama oleh BPBD Kabupaten Biak Numfor dan Yonif TP 858/MSB. Upaya penanganan juga melibatkan Tim SAR Biak, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Biak Numfor, serta kendaraan tangki air untuk mendukung kebutuhan pemadaman di lapangan.
Kompol Mika Rumbrapuk mengajak masyarakat berperan aktif mendukung tim gabungan dengan segera memberikan informasi apabila mengetahui adanya titik api. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk proaktif mendukung tim satgas dengan membantu melakukan penanganan awal apabila melihat titik api di sekitar lingkungan serta segera melaporkannya kepada petugas. Hindari membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar karena sangat berisiko menyebabkan kebakaran meluas,” imbaunya.
Polres Biak Numfor bersama seluruh unsur terkait akan terus meningkatkan pemantauan, patroli, serta kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung sebagai langkah pencegahan sekaligus percepatan penanganan karhutla.
Melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat, diharapkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Biak Numfor dapat dikendalikan serta tidak meluas sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.