Merauke – Polres Merauke menggelar kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dan Syukuran dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Rabu 1 Juli 2026 di depan lobby Mapolres Merauke. Kegiatan dipimpin Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M. yang diwakili Wakapolres Merauke Kompol Dr. Nuryanty, S.H., M.H. Turut hadir Danyon B Pelopor Kompol Muhammad Basri, para purnawirawan Polri, warakawuri Polri, para PJU Polres Merauke, dan anggota Polres Merauke serta ibu-ibu bhayangkari cabang merauke.
Doa lintas agama dipanjatkan bersama oleh pemuka agama dari Katolik, Islam, Protestan, dan Hindu. Setiap perwakilan menyampaikan doa dan harapan agar Polri, khususnya Polres Merauke, senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebagai wujud syukur, dalam kegiatan ini diberikan pemotongan tumpeng kepada anggota Polres Merauke yang berusia paling tua dan paling muda. Tumpeng pertama diserahkan kepada AKP Tarto sebagai anggota tertua, dan tumpeng kedua kepada Bripda Sandi sebagai anggota termuda Polres Merauke. Makna tumpeng ini sebagai simbol rasa syukur serta harapan regenerasi semangat pengabdian dari senior ke junior.
Dalam sambutannya mewakili Kapolres Merauke, Wakapolres Kompol Dr. Nuryanty, S.H., M.H menyampaikan bahwa adapun tema hari bhayangkara ke 80 Tahun 2026 adalah 80 tahun mengabdi dengan integritas, melinduingi dengan hati dan mengawal masa depan negeri, dinamika tugas kepolisian ke depan semakin kompleks. Berbagai bentuk gangguan kamtibmas yang terus berkembang serta meningkatnya harapan masyarakat menjadi fokus utama yang harus dijawab Polri.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi waktu penting untuk refleksi diri agar Polri terus berbenah menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya. “Pengalaman kemarin kita jadikan pelajaran utama untuk pengabdian yang lebih baik,” ujar Wakapolres menutup sambutan.