Merauke – Polres Merauke menunjukkan komitmennya dalam menjamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Sebanyak 78 personel diterjunkan untuk mengamankan aksi damai yang digelar Forum Masyarakat Adat Malind Anim Kondo Digoel, Rabu 2 September 2026 mulai pukul 08.00 WIT sampai selesai.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Ka Team Pengamanan AKP SUKIRNO, S.Sos. Kehadiran Ka Team di lapangan menjadi bentuk pengawasan melekat agar jalannya aksi tetap kondusif dan sesuai koridor hukum. Personel disebar di sejumlah titik strategis mulai dari titik kumpul hingga tujuan akhir.
Aksi damai ini dimulai dengan long march jalan kaki Dari Jalan Brawijaya dan berakhir di Kantor Bupati Merauke, Provinsi Papua Selatan. Rute yang dilalui mendapat pengawalan ketat dari personel Satlantas dan Sabhara. Pengaturan lalu lintas dilakukan agar aktivitas masyarakat lain tidak terganggu selama peserta aksi melintas.
Setibanya di Kantor Bupati, forum menyampaikan pendapat secara tertib. Personel Polres Merauke bersiaga di kantor bupati untuk memastikan keamanan peserta aksi, pejabat, serta masyarakat sekitar. Pendekatan humanis dan dialogis dikedepankan agar penyampaian aspirasi berjalan lancar tanpa gesekan.
Dalam arahannya, Ka Team menekankan bahwa Polri hadir bukan untuk membatasi, melainkan melindungi hak warga negara. Koordinasi dengan koordinator lapangan terus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah aksi. Hal ini untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan menjaga situasi tetap aman.
Berkat pengamanan yang terstruktur, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, damai, dan tertib hingga selesai. Polres Merauke menegaskan akan terus mengawal setiap kegiatan masyarakat dengan profesional, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Merauke.