Polres Mimika

POLRES MIMIKA LAKSANAKAN PENGAMANAN KEGIATAN AKSI MIMBAR BEBAS FIM-WP KPK TIMIKA

Published

on

Polda Papua Tengah – Personel Polres Mimika melaksanakan kegiatan pengamanan aksi Mimbar Bebas yang diselenggarakan oleh Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP KPK Timika) di Bundaran Tom Beanal Petrosea, Jalan Cenderawasih, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (6/7/2026).

Hadir dalam Kegiatan pengamanan AKP Gatot Tri Gunawan, S.H. (Kasat Intelkam Polres Mimika), AKP Manaf Anggiluli (Kasubbag Dalops Bag Ops), Iptu Dominggus Maspaitella (Kasubbag Kerma Bag Ops), Iptu Fransiskus Tethool, S.E., M.H. (Kasat Samapta Polres Mimika), Iptu Wiklif S. Rumere (KBO Sat Samapta), Ipda Hendra Burhan (KBO Satreskrim), Ipda Antonius Balaba (KBO Satbinmas), Ipda Andronikus Ngama (Kanit Turjawali) Ipda Yusuf Lodar (Kanit Dalmas) dan gabungan personil Polres Mimika.

Sebelum pelaksanaan pengamanan, pada pukul 08.05 WIT dilaksanakan apel konsolidasi yang dipimpin Kasubbag Dalops Bag Ops AKP Manaf Anggiluli. Dalam arahannya disampaikan agar seluruh personel melaksanakan pengamanan secara profesional dan humanis, serta mengutamakan keselamatan personel selama bertugas. selanjutnya seluruh personel menempati titik pengamanan sesuai ploting masing-masing.

Sekitar pukul 08.40 WIT, massa aksi mulai melaksanakan Mimbar Bebas dengan membawa atribut berupa bendera Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP), foto-foto korban konflik, megafon, pengeras suara, mikrofon, serta sejumlah pamflet bertuliskan “Tutup PT Freeport Indonesia”, “Aksi Mimbar Bebas Darurat Militer dan Kemanusiaan”, dan “Papua Darurat Militer”.

Selama kegiatan berlangsung, beberapa perwakilan massa secara bergantian menyampaikan orasi. Inti aspirasi yang disampaikan antara lain, Mendesak pemerintah pusat untuk menarik personel TNI/Polri dari wilayah Papua, khususnya daerah pegunungan, Menyampaikan pandangan mengenai situasi keamanan dan kondisi kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya serta beberapa wilayah lain di Papua, Meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak konflik, Menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia, perlindungan terhadap masyarakat sipil, serta meminta penyelesaian konflik melalui pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan, Menyampaikan penolakan terhadap kebijakan yang menurut peserta aksi berdampak terhadap masyarakat adat Papua, termasuk keberadaan aparat keamanan dan aktivitas perusahaan di wilayah Papua, Meminta media massa menyampaikan pemberitaan secara objektif sesuai fakta di lapangan, dan Menyampaikan harapan agar pemerintah membuka ruang dialog dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Papua.

Selain penyampaian orasi, kegiatan juga diisi dengan pembacaan puisi, penampilan drama teatrikal oleh mahasiswa, serta menyanyikan lagu sebagai bagian dari rangkaian aksi.

Selama pelaksanaan kegiatan, personel Polres Mimika melaksanakan pengamanan secara humanis, melakukan pemantauan terhadap situasi di lokasi, serta pengaturan arus lalu lintas sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar.

Berkat kesiapsiagaan personel pengamanan dan sikap kooperatif peserta aksi, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Pada pukul 11.27 WIT, kegiatan Mimbar Bebas selesai dan seluruh massa aksi membubarkan diri secara tertib. Personel Polres Mimika tetap melakukan pemantauan hingga seluruh peserta meninggalkan lokasi dan situasi kembali normal.

Trending

Exit mobile version