Pada hari Selasa, 05 Mei 2026 sekitar pukul 22.15 WIT, Ka SPK 1 Polsek Nabire Barat AIPTU Anas Said bersama anggota mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran 1 (satu) unit rumah yang berlokasi di Jalan Brantas, Kampung Kaladiri 1, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Rumah yang terbakar diketahui milik SERKA Daryono (36), anggota TNI AD. Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 21.30 WIT saat anak korban, Rapanda (7), selesai memasak telur menggunakan kompor minyak tanah.
Setelah memasak, saksi mencoba mematikan kompor, namun api belum padam karena sumbu kompor masih panjang. Saksi kemudian berupaya memadamkan api dengan menyiram air, namun justru menyebabkan api membesar hingga terjadi ledakan kecil yang menyambar bahan bakar minyak tanah di sekitar dapur.
Melihat api semakin membesar, saksi bersama ibu dan adiknya segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri serta meminta bantuan warga sekitar. Namun, kobaran api dengan cepat melahap seluruh bangunan rumah sehingga sulit untuk dipadamkan secara manual.
Sementara itu, korban saat kejadian diketahui sedang berada di luar rumah sejak pukul 20.00 WIT untuk mencari belut di sekitar lokasi. Korban baru mengetahui rumahnya terbakar setelah mendapat informasi dari warga sekitar yang berupaya memadamkan api.
Sekitar pukul 22.15 WIT, personel Polsek Nabire Barat bersama dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada pukul 22.54 WIT, selanjutnya petugas bersama mobil pemadam meninggalkan TKP.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materil diperkirakan mencapai sekitar Rp300.000.000 (tiga ratus juta rupiah), meliputi 1 (satu) unit rumah dan 1 (satu) unit sepeda motor yang hangus terbakar.
Adapun tindakan kepolisian yang telah dilakukan antara lain menerima laporan, mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta melaporkan kejadian kepada pimpinan.
Berdasarkan hasil sementara, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh api kompor minyak tanah yang disiram air sehingga memicu api membesar dan menyambar bahan bakar di sekitarnya. Hingga saat ini, korban bersama keluarga masih dalam kondisi trauma sehingga belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.