Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan – Suasana gerimis menyelimuti Distrik Igari ketika sekelompok tenaga honorer Sat Pol PP Kabupaten Tolikara melakukan aksi spontanitas pemalangan jalan di depan pintu masuk Hotel Tolikara. Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.57 WIT ini dipicu oleh tuntutan pembayaran gaji yang belum diterima selama empat bulan. Senin (4/5/2026).
Sekitar 15 tenaga honorer terlibat dalam aksi tersebut dengan membentangkan dahan dan ranting pohon sebagai penghalang jalan. Aksi ini sempat menghambat aktivitas masyarakat dan para ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Tolikara.
Mendapat laporan, aparat kepolisian bersama pihak pemerintah daerah segera turun ke lokasi untuk melakukan pendekatan persuasif. Kapolsek Karubaga IPTU Eka Januarchman, SH bersama Kasat Intelkam Polres Tolikara IPDA David Manalu, SE, Kaur Mintu IPDA Lesmani Makaba, serta Kabag Umum Tolikara Seplin Wenda, SE hadir langsung untuk mendengarkan aspirasi para honorer.
Dalam dialog terbuka di lokasi, perwakilan honorer Arinus Wanimbo menyampaikan kekecewaannya karena hak gaji mereka belum dibayarkan meski sebelumnya telah dijanjikan penyelesaian oleh pimpinan.
“Kami hanya menuntut hak kami yang sudah empat bulan belum dibayarkan. Kami berharap ada kejelasan,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Umum Seplin Wenda menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melaporkannya langsung kepada Bupati Tolikara.
“Saya minta waktu hingga hari Kamis untuk menyampaikan dan mencari solusi terbaik. Kami berharap palang bisa dibuka agar aktivitas kembali normal,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Karubaga IPTU Eka Januarchman menekankan pentingnya menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta memastikan pihak kepolisian akan terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut.
Melalui komunikasi yang humanis dan penuh kekeluargaan, akhirnya para honorer bersedia membuka palang jalan pada pukul 11.58 WIT. Situasi pun kembali aman dan aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa.
Meski demikian, para honorer menegaskan bahwa apabila hingga batas waktu yang dijanjikan belum ada kejelasan, mereka berpotensi kembali melakukan aksi serupa.
Kehadiran aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dalam situasi ini menjadi wujud nyata pendekatan dialogis dalam menyelesaikan persoalan sosial, sehingga ketegangan dapat diredam tanpa konflik berkepanjangan.
Penulis : Adiyat