Polres Tolikara

Tolikara Rayakan Kemerdekaan dengan Damai, Bupati: Tanah Injil Harus Melahirkan Tanah Damai

Published

on

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan — Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama TNI-Polri, Paskibraka dan masyarakat menggelar Malam Resepsi Kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Minggu (17/08/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Aula GIDI Karubaga mulai pukul 19.00 hingga 22.30 WIT tersebut mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, kekeluargaan serta aman dan kondusif.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda, S.H., M.Si., Sekda Tolikara Dr. Yoshua Noak Douw, S.Sos., M.Si., MA., jajaran Pemerintah Kabupaten Tolikara, Kapolres Tolikara KOMPOL Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf. Derek S. Rumbino, Wakapolres Tolikara AKP Budihardjo Kadir, jajaran PJU Polres Tolikara, Ketua Bhayangkari Cabang Tolikara Ny. Erni Roberth Hitipeuw, Ketua Persit KCK Cabang XIII Kodim 1716/Tolikara Ny. Patria Ika Putri, anggota Paskibraka beserta orang tua/wali, serta para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan.

Kegiatan diawali dengan kedatangan para Paskibraka dan tamu undangan, kemudian dilanjutkan pembukaan, doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta laporan Ketua Panitia terkait rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Tolikara Willem Wandik menyampaikan rasa syukur karena seluruh masyarakat dapat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam suasana aman dan damai.

Bupati mengatakan bahwa kemerdekaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk melihat kembali apakah masyarakat benar-benar telah merasakan kehadiran negara.

“Tolikara diberkati Tuhan karena Injil telah berakar di tanah ini. Tanah Injil harus melahirkan Tanah Damai,” tegas Willem Wandik.

Menurutnya, nilai-nilai Injil harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat melalui kasih, pengampunan, persaudaraan, kejujuran, pelayanan dan perdamaian.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak membiarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan.

“Kita tidak boleh memusuhi kritik dan tidak boleh takut terhadap perbedaan pendapat. Namun kebebasan juga tidak boleh berubah menjadi kebencian, aspirasi tidak boleh berubah menjadi kekerasan dan perbedaan tidak boleh digunakan untuk mengadu masyarakat,” ujarnya.

Bupati turut mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa kedamaian merupakan salah satu fondasi utama pembangunan daerah.

Tanpa situasi yang aman dan kondusif, pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, transportasi dan pelayanan masyarakat akan sulit berjalan secara optimal.

Ia mengajak pemerintah, gereja, tokoh adat, pemuda, perempuan, TNI-Polri dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian di Kabupaten Tolikara.

Bupati juga mengakui masih terdapat berbagai tantangan pembangunan, mulai dari akses antarwilayah, pelayanan pendidikan dan kesehatan, transportasi udara perintis, listrik, air bersih, ekonomi kampung, lapangan kerja generasi muda hingga peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan.

“Pilihan kita bukan mengeluh tanpa bekerja dan bukan pula menutup telinga terhadap keluhan rakyat. Pilihan kita adalah bekerja sambil mendengar, memperbaiki sambil dikoreksi dan menyelesaikan masalah bersama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tolikara bersama Kapolres Tolikara KOMPOL Roberth Hitipeuw, S.H., M.H. secara simbolis menyerahkan sertifikat dan uang saku sebesar Rp6.000.000 kepada perwakilan Paskibraka sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penyerahan diberikan kepada Mutiara S. M. Kogoya selaku pembawa baki dan Hendri Kogoya selaku pemegang bendera.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba bulu tangkis, pameran pembangunan dan lomba gerak jalan.

Suasana malam resepsi semakin meriah dengan pemotongan kue ulang tahun HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kemudian dilanjutkan doa penutup sekaligus doa makan malam oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tolikara Mikhel Dandirwalu, S.Th., M.M.

Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan ramah tamah antara Pemerintah Kabupaten Tolikara, TNI-Polri, Paskibraka, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan seluruh tamu undangan.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 22.30 WIT dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.

Malam Resepsi Kenegaraan tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat persatuan dan kebersamaan di Kabupaten Tolikara.

Dari Tanah Injil, masyarakat Tolikara menyampaikan pesan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan perdamaian, persaudaraan, keadilan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Tanah Injil harus melahirkan Tanah Damai.”

Humas Polres Tolikara
Presisi • Melayani • Mengayomi

Penulis : Gunz

Trending

Exit mobile version