Merauke — Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M., selaku Pembina Upacara Penerimaan Tamu Saka Bhayangkara Polres Merauke, Musaka Bhayangkara Polsek Merauke Kota ke-IV, dan Musaka Bhayangkara Polsek Tanah Miring ke-III Tahun 2026, menekankan pentingnya pembentukan karakter, etika, akhlak, dan mental generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Kwartir Cabang (Kwarcab) Merauke, Jalan Trikora, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Kamis (17/9/2026).
Penerimaan Tamu Saka Bhayangkara merupakan bagian dari masa orientasi dan pengenalan bagi anggota Pramuka golongan Penegak dan Pandega yang akan bergabung sebagai anggota Saka Bhayangkara.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih jauh Saka Bhayangkara, mempelajari berbagai krida yang ada, serta memahami tugas-tugas Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Kapolres Merauke menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat harus diimbangi dengan peningkatan kualitas karakter generasi muda.
“Kita menyadari perkembangan teknologi informasi sudah sangat pesat dan tentunya ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. Khususnya adik-adik sebagai generasi muda, perkembangan zaman ini tentunya harus diikuti dengan perkembangan akhlak, etika, dan mental kita,” ujar Kapolres Merauke.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi tidak cukup hanya dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan. Generasi muda juga perlu memiliki rasa tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta etika dalam berinteraksi dan menggunakan teknologi.
Kapolres berharap Saka Bhayangkara dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya menanamkan kedisiplinan, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki integritas, tanggung jawab, kepedulian, serta akhlak dan etika yang baik.
Hal tersebut dinilai penting karena generasi muda saat ini merupakan bagian dari calon penerus bangsa yang akan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di masa mendatang.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana adik-adik mampu menjaga etika, memiliki rasa tanggung jawab, serta membangun kemampuan untuk bekerja sama. Nilai-nilai tersebut harus dipupuk sejak dini sebagai bekal dalam menghadapi perkembangan zaman,” lanjutnya.
Kegiatan Penerimaan Tamu Saka Bhayangkara tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi para peserta untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memahami nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, Saka Bhayangkara diharapkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan kepemudaan, tetapi juga turut berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, beretika, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.