Polres Merauke

Penumpang KM Sabuk Nusantara 53 Meninggal Dunia dalam Perjalanan Wanam–Merauke

Published

on

MERAUKE – Seorang penumpang KM Sabuk Nusantara 53 meninggal dunia saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Wanam menuju Pelabuhan Merauke, Selasa (15/9/2026). Korban yang diketahui berinisial K.B.M., laki-laki, merupakan warga Kampung Urumb, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke.

Peristiwa tersebut berawal pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 15.27 WIT, ketika korban bersama rekannya, S.K.K., menaiki KM Sabuk Nusantara 53 dari Pelabuhan Wanam dengan tujuan Merauke. Korban diketahui hendak menuju Merauke untuk menjenguk kedua anaknya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Karena kondisi kapal yang penuh, korban bersama saksi beristirahat di bagian palka kapal.

Pada Senin (14/9/2026) sore, korban bersama saksi sempat membeli makanan di kantin kapal berupa nasi telur dan mi goreng. Setelah makan, keduanya kembali beristirahat di palka. Tidak lama kemudian, korban bangun dan duduk di atas palka, sebelum kemudian terjatuh dalam posisi berlutut. Saksi sempat menduga korban mengalami mual akibat kondisi gelombang laut yang cukup besar dan berupaya membantu dengan memegang serta mengurut bagian belakang leher korban.

Namun, setelah beberapa saat, korban tidak memberikan respons. Saksi kemudian melakukan pengecekan dan mendapati korban sudah tidak bernyawa. Saksi selanjutnya memberitahukan kejadian tersebut kepada salah seorang anak buah kapal (ABK), sehingga beberapa ABK dan penumpang mendatangi bagian palka untuk memastikan kondisi korban. Setelah dipastikan meninggal dunia, pihak kapal melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

KM Sabuk Nusantara 53 kemudian tiba dan bersandar di Pelabuhan Merauke pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIT. Personel Unit Gakkum bersama anggota Polsek KP3 Laut dan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Merauke selanjutnya mendatangi kapal untuk mengambil keterangan saksi serta melakukan olah TKP awal. Korban kemudian dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Dari hasil pemeriksaan awal dan visum luar oleh dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan saksi, korban juga disebut sempat mengeluhkan kondisi kesehatan yang dialaminya dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, tidak terdapat barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, dan pemeriksaan medis, korban sementara diduga meninggal dunia karena sakit. Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan menyatakan ikhlas atas meninggalnya korban serta tidak melanjutkan permasalahan tersebut. Seluruh rangkaian penanganan telah dilakukan oleh pihak kepolisian sesuai prosedur, dan hasil kegiatan dilaporkan kepada pimpinan.

Trending

Exit mobile version