Boven Digoel – Personel Polsek Jair bersama unsur TNI dan Security PT TSE Group Asiki melaksanakan pengamanan kegiatan Misa Penerimaan Sakramen Krisma dan Pengukuhan Pro Diakon di Paroki St. Fransiskus Xaverius Asiki dan St. Matias Getentiri, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Kamis (6/8/2026).
Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 08.30 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., dan dihadiri unsur Keuskupan Agung Merauke, para pastor, suster, tokoh masyarakat, unsur TNI-Polri, manajemen PT TSE Group Asiki, serta sekitar 400 umat Katolik.
Dalam perayaan tersebut, sebanyak 206 umat menerima Sakramen Krisma, sekaligus dilaksanakan pengukuhan Pro Diakon sebagai bagian dari penguatan pelayanan pastoral Gereja. Rangkaian ibadah berlangsung khidmat, diawali dengan perarakan masuk, Liturgi Sabda, homili, pembaruan janji baptis, doa penumpangan tangan, penerimaan Sakramen Krisma, pengukuhan Pro Diakon, Liturgi Ekaristi, hingga berkat penutup yang dilanjutkan dengan acara syukuran bersama.
Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Jair bersama Koramil 1711/GTR, Satgas Pamtas Yonmek 403/WP, serta Security PT TSE Group Asiki guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Kapolsek Jair menyampaikan bahwa kehadiran personel Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus komitmen Polri dalam memberikan rasa aman bagi seluruh umat yang menjalankan ibadah.
“Kami berkomitmen memberikan pengamanan pada setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat,” ujarnya.
Sakramen Krisma merupakan salah satu sakramen penting dalam Gereja Katolik yang bertujuan memperkuat rahmat baptis melalui karunia Roh Kudus agar umat semakin dewasa dalam iman dan mampu menjadi saksi Kristus di tengah kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, pengukuhan Pro Diakon menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan liturgi dan pastoral dalam membantu tugas-tugas gereja.
Berkat sinergi seluruh unsur pengamanan, panitia, dan masyarakat, kegiatan yang berakhir sekitar pukul 12.00 WIT tersebut berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas.