Boven Digoel – Polres Boven Digoel bersama Polsek Kouh melaksanakan penjemputan, pendataan, dan pemeriksaan terhadap gelombang kedua pengungsi pekerja tambang yang dievakuasi dari wilayah Kawe dan sekitarnya pada Senin dini hari (3/8/2026).
Kegiatan diawali dengan tibanya rombongan pengungsi menggunakan beberapa unit speed boat di Dermaga Polsek Kouh. Pada pukul 22.16 WIT, speed boat pertama tiba membawa lima pekerja tambang, seorang anak, serta dua kru kapal. Selanjutnya, pukul 22.24 WIT tiba speed boat kedua yang membawa enam penumpang, disusul speed boat ketiga pada pukul 22.28 WIT dengan lima penumpang. Rombongan terakhir tiba pada pukul 02.14 WIT menggunakan speed boat keempat yang membawa lima pekerja tambang.
Setibanya di Polsek Kouh, seluruh pengungsi menjalani proses pendataan identitas dan pemeriksaan barang bawaan oleh personel Polri sebagai bagian dari prosedur pengamanan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Tanah Merah.
Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 23 pekerja tambang berhasil didata dalam gelombang kedua evakuasi tersebut. Dari hasil wawancara, para pengungsi mengaku memilih meninggalkan lokasi tambang demi keselamatan setelah terjadinya situasi kontak tembak saat aparat TNI melaksanakan penyisiran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah tersebut.
Pada pukul 03.13 WIT, Plh. Kabag Ops Polres Boven Digoel AKP S. Haryono, S.H., mewakili Kapolres Boven Digoel, memberikan arahan kepada seluruh personel terkait pengamanan dan pengawalan rombongan menuju Kota Tanah Merah.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penjemputan, pendataan, pemeriksaan barang bawaan, hingga pengarahan kepada personel, selesai dilaksanakan pada pukul 03.20 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Polres Boven Digoel menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengamanan kepada masyarakat, termasuk para pengungsi pekerja tambang, guna memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.