Polda Papua Tengah – Polres Mimika. Polsek Tembagapura terus berkomitmen mendukung dunia pendidikan dengan menggelar kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak yang putus sekolah dampak dari tidak ada gedung sekolah dan situasi keamanan yang bermukim di Kampung Banti 1, Kampung Waa Banti 2, Kampung Opitawak, serta yang berada di Pemukiman Utikini dan Kimbeli di Distrik Tembagapura , Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Jumat, (17/07/26).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIT ini dipimpin langsung oleh Personil Tembagapura antara lain, AIPDA Lebu Tadan Bhabinkamtibmas Kampung Banti Polsek Tembagapura, BRIPTU WILLYAM KASMINYA BA Unit Binmas Polsek Tembagapura, Ibu Eni Dimara Staf Distrik Tembagapura. Serta diikuti dengan antusias oleh 35 anak.
Dalam suasana penuh keceriaan yang diawali dengan doa dan menyanyikan lagu nasional. Dilanjutkan dengan AIPDA Lebu Tadan mengajarkan anak-anak kelas A. Tentang Matematika dan Materi Perkalian Dasar untuk meningkatkan kemampuan berhitung secara tepat dan sistematis. Sedangkan BRIPTU Willyam Kasminya mengajarkan tenta huruf Alfabet A sampai Z serta huruf Vokal A,I,U,E, dan O sebagai dasar kemampuan membaca. Selanjutnya, peserta didik berlatih membaca huruf dan menggabungkannya menjadi suku kata sederhana, seperti BA, BI, BU, BE, dan BO. Selamat proses pembelajaran peserta didik mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif berlatih dan membaca, dan juga menunjukkan peningkatan dalam mengenal huruf serta menghafalkan suku kata dengan benar. Selain itu Ibu Dimara melanjutkan pelajaran tentang mengenal nama buah dan nama hewan.
Aksi kepedulian ini diakhiri dengan momen makan bersama demi mempererat kebersamaan dan kedekatan antara kepolisian dan anak-anak binaan.
Kegiatan edukasi ini rencananya akan kembali dilanjutkan pada Senin, 20 Juli 2026, sebagai langkah alternatif yang konsisten mengingat aktivitas persekolahan formal di wilayah Kampung Waa Banti 1, Banti 2, Opitwak, Kimbeli, dan area longsoran saat ini masih belum normal.
Melalui program ini, Polsek Tembagapura juga berharap adanya perhatian dan dukungan yang lebih luas dari instansi pemerintah, lembaga non-pemerintah, serta para orang tua agar anak-anak di wilayah tersebut tetap bisa mendapatkan hak pendidikan yang layak, mulai dari membaca, menulis, berhitung, hingga pemahaman agama.