BOVEN DIGOEL – Kepolisian Sektor (Polsek) Waropko melaksanakan pengamanan kegiatan pertemuan Delegasi Pemerintah Papua Nugini (PNG) bersama Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan sejumlah instansi terkait di Ruang Rapat PLBN Yetetkun, Jumat (2/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama pasokan darurat bahan bakar lintas batas negara sebagai salah satu alternatif untuk mendukung kebutuhan operasional sektor pertambangan di Papua Nugini, khususnya Ok Tedi Mining Limited (OTML).
Dalam pertemuan, Delegasi Pemerintah PNG menjelaskan bahwa kondisi kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Niño menyebabkan penurunan debit Sungai Fly. Kondisi tersebut berdampak terhadap akses kapal pengangkut bahan bakar menuju wilayah operasional pertambangan di Papua Nugini, sehingga dibahas alternatif jalur pasokan melalui wilayah Indonesia.
Salah satu opsi yang dibahas yaitu rencana pasokan solar industri (B0) dengan kebutuhan sekitar 10.000 hingga 15.000 kiloliter per bulan. Bahan bakar tersebut direncanakan berasal dari Singapura, kemudian masuk melalui Pelabuhan Asiki untuk selanjutnya didistribusikan melalui jalur darat menuju PLBN Yetetkun.
PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan kesiapan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pasokan bahan bakar tersebut. Namun, pelaksanaannya masih memerlukan pembahasan dan penyesuaian lebih lanjut dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta mekanisme kerja sama lintas batas yang berlaku.
Selain aspek pasokan bahan bakar, pertemuan juga membahas penguatan hubungan kerja sama kedua negara dalam bidang perekonomian, infrastruktur dan bidang lainnya. Pemerintah PNG menyampaikan rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara di Kampung Butmabim sebagai bagian dari upaya penataan pelayanan lintas batas orang serta peningkatan hubungan kerja sama Indonesia–PNG.
Dalam kesempatan tersebut, Polsek Waropko menyampaikan kesiapan mendukung aspek pengamanan jalur distribusi serta pentingnya koordinasi dan kesepakatan tertulis antara aparat keamanan kedua negara guna mengantisipasi potensi kejahatan transnasional dan melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di kawasan PLBN Yetetkun.
Sementara itu, pihak Karantina menekankan pentingnya pengawasan terhadap pergerakan orang, hewan dan tumbuhan yang melintasi wilayah perbatasan agar seluruh aktivitas tetap sesuai dengan ketentuan dan standar karantina yang berlaku di masing-masing negara.
Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menyambut baik kunjungan Delegasi PNG dan menyampaikan kesiapan untuk mendukung serta menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat terkait kerja sama perbatasan melalui koordinasi dengan instansi vertikal di daerah.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi awal untuk menyelaraskan aspek regulasi, teknis, keamanan, kepabeanan, keimigrasian dan karantina antara kedua negara. Seluruh rencana kerja sama lintas batas selanjutnya memerlukan koordinasi dan pembahasan lebih lanjut dengan Pemerintah Pusat kedua negara sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Kapolres Boven Digoel melalui Kapolsek Waropko menegaskan bahwa jajaran Polri siap mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga keamanan kawasan perbatasan serta memastikan setiap kegiatan masyarakat dan kerja sama lintas batas dapat berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif.
Kegiatan pengamanan berakhir pada pukul 15.00 WIT. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi di PLBN Yetetkun terpantau aman dan terkendali, serta tidak terdapat kejadian menonjol.
Humas Polres Boven Digoel