Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan – Sat Binmas Polres Tolikara kembali mengedepankan pendekatan humanis dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui kegiatan problem solving. Mediasi yang berlangsung di ruang pelayanan Sat Binmas Polres Tolikara pada Rabu (22/7/2026) menjadi wadah penyelesaian sengketa terkait uang pengertian dana kampung antara warga Desa Baru dan Desa Lama.
Kegiatan mediasi dipimpin oleh KBO Sat Binmas AIPDA Stanley Merahabia didampingi BRIPTU Roni Samon, dengan mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari solusi secara kekeluargaan.
Dalam mediasi tersebut, Boas Yikwa selaku pelapor menyampaikan keberatannya karena mengaku belum pernah menerima uang pengertian selama Petius Yikwa menjabat sebagai kepala desa pada periode 2021–2026. Atas dasar itu, pelapor meminta penjelasan melalui forum mediasi yang difasilitasi oleh Sat Binmas Polres Tolikara.
Menanggapi hal tersebut, Petius Yikwa mengakui bahwa selama masa jabatannya memang belum memberikan uang pengertian kepada Boas Yikwa. Ia menjelaskan bahwa dana desa sebelumnya digunakan untuk menyelesaikan utang pribadi serta kewajiban kepada bendahara lama. Dalam kesempatan tersebut, Petius Yikwa juga menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen akan memenuhi kewajibannya setelah pencairan dana desa tahun anggaran berjalan.
Sebagai mediator, KBO Sat Binmas mengapresiasi sikap terbuka kedua belah pihak yang bersedia hadir dan berdialog secara damai. Melalui musyawarah tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan sehingga diharapkan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Selain kegiatan problem solving, personel Sat Binmas juga melaksanakan apel pagi serta memberikan pelayanan penerimaan dua surat undangan mediasi terkait permasalahan keluarga dan pembayaran maskawin yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026.
Kasat Binmas Polres Tolikara IPDA Kasrim, S.E. menegaskan bahwa penyelesaian masalah melalui mediasi merupakan bentuk nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Problem solving merupakan salah satu langkah preventif yang terus kami kedepankan untuk menyelesaikan setiap persoalan masyarakat melalui dialog dan musyawarah. Dengan menghadirkan kedua belah pihak dalam satu forum, diharapkan tercipta kesepahaman, mencegah konflik berkepanjangan, serta memperkuat persatuan dan keamanan di tengah masyarakat. Sat Binmas Polres Tolikara akan terus mengedepankan pendekatan humanis demi menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar IPDA Kasrim, S.E.
Seluruh rangkaian kegiatan Sat Binmas Polres Tolikara pada hari tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, sebagai wujud komitmen Polri dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui penyelesaian masalah secara damai dan berkeadilan.
Penulis : Adiyat