Polres Tolikara

Sat Binmas Polres Tolikara Kedepankan Problem Solving Humanis, Mediasi Kasus Penganiayaan Berakhir dengan Kesepakatan Adat

Published

on

Tolikara (Karubaga), Papua Pegunungan – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Tolikara terus mengedepankan penyelesaian permasalahan masyarakat melalui pendekatan problem solving yang humanis dan mengedepankan musyawarah. Pada Rabu (15/7/2026), personel Sat Binmas melaksanakan mediasi terhadap perkara dugaan penganiayaan yang melibatkan kedua belah pihak di wilayah hukum Polres Tolikara.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.20 WIT dipimpin oleh Kanit Bhabinkamtibmas Bripka Thomas A. S. Fonataba dengan memberikan penjelasan mengenai proses penyelesaian pengaduan secara kekeluargaan. Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat serta didorong untuk mengutamakan perdamaian demi menjaga hubungan baik dan stabilitas keamanan di lingkungan masyarakat.

Selanjutnya pada pukul 12.30 WIT, Bripka Piter S. Haay melanjutkan proses mediasi dan negosiasi antara pihak korban dan pelaku. Berdasarkan hasil pembahasan bersama, pihak pelaku mengakui kesalahan yang dilakukan. Kedua belah pihak kemudian mencapai kesepakatan penyelesaian berdasarkan hukum adat yang berlaku di wilayah setempat.

Adapun kesepakatan tersebut berupa pemberian denda adat dari pihak pelaku kepada korban, yaitu 20 ekor hewan ternak (baby) serta uang sebesar Rp150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah). Kesepakatan tersebut diterima oleh kedua belah pihak dan akan direalisasikan sesuai waktu yang telah disepakati bersama pada agenda penyelesaian adat berikutnya.

Proses mediasi berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan. Kehadiran Sat Binmas sebagai mediator diharapkan mampu memberikan solusi yang adil, menghindari konflik lanjutan, serta memperkuat nilai-nilai musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat.

Kasat Binmas Polres Tolikara IPDA Kasrim, S.E. mengatakan bahwa penyelesaian masalah melalui pendekatan problem solving merupakan bagian dari upaya Polri dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada terciptanya keamanan yang berkelanjutan.

“Polri melalui Sat Binmas senantiasa mengedepankan penyelesaian permasalahan secara damai dengan mengutamakan musyawarah dan kearifan lokal yang berlaku di tengah masyarakat. Kehadiran kami sebagai mediator bertujuan untuk mempertemukan kedua belah pihak agar memperoleh solusi terbaik, mencegah terjadinya konflik lanjutan, serta menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Tolikara tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar IPDA Kasrim, S.E.

Melalui kegiatan problem solving ini, Sat Binmas Polres Tolikara menegaskan komitmennya untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, serta mengedepankan penyelesaian konflik secara persuasif demi terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kabupaten Tolikara.

Penulis : Adiyat

Trending

Exit mobile version